Selasa, 27 April 2010

Tingkat kelulusan UN Jawa Tengah



Tingkat kelulusan ujian nasional untuk SMA/MA dan SMK di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta tahun ini meningkat. Persentase kelulusan tertinggi, yaitu mencapai 99 persen, ada di Kabupaten Kudus. Hasil ujian nasional di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta diumumkan Sabtu (13/6).


Persentase ketidaklulusan ujian nasional SMA/MA dan SMK di Jawa Tengah turun 2,91 persen untuk SMA/MA dan turun 2,43 persen untuk SMK dibandingkan dengan tahun ajaran 2007-2008.


”Keberhasilan ini menunjukkan peningkatan kompetensi siswa di Jateng,” kata Kepala Dinas Pendidikan Jateng Kunto Nugroho, Sabtu di Semarang. Peningkatan kompetensi itu, tambahnya, terlihat dari menurunnya angka ketidaklulusan meski indeks kelulusan sudah dinaikkan dari 5,25 menjadi 5,50. Kunto mengatakan, keberhasilan ini juga karena kerja sama yang baik antarinstansi terkait. Jateng tidak masuk ke dalam 8 provinsi yang mengulang UN.


Semarang (ANTARA News) – Meningkatnya angka kelulusan siswa di Jawa Tengah pada tahun ini diduga karena soal ujian lebih mudah dibandingkan dengan soal tahun sebelumnya.


Seusai pengumuman, sebagian besar siswa di berbagai kota merayakan dengan corat-coret dan konvoi di jalan. Sebagian lain dilarang keluar sekolah. Tidak terjadi insiden dalam perayaan kelulusan itu.

Selasa, 06 April 2010

UN




Musim ujian telah terlewati. He... Ujian Nasional, Ujian Akhir Nasional bisa disingkat UN, UAN, atau UNAS.




Menjengkelkan, tentu kita harus jujur dan tidak membohongi diri bahwa memang saat ujian adalah saat paling tidak menyenangkan bagi sebagian besar siswa. Coba saya tanya siapa yang senang ujian sekolah? Kalau senang sudah pasti akan dihadapi dengan hati ceria seperti hendak bertemu dengan sang kekasih saat malam minggu. Bukan gelisah dan cemas yang menghantui setiap kali menyadari bahwa hari ujian itu sudah bisa dihitung dengan jari. Haha..




Saya yakin bahwa salah satu hal yang membuat kita suka dan senang ke sekolah adalah uang saku dan ketemu teman atau 'teman' di sekolah. Ya kan?... Haha... Ini sudah umum di kalangan siswa kita. Kekeke... Bukan ujian. Kalau ada ulangan harian ada saja cara mengelak darinya. Belum belajar, besok saja pak, atau kalimat tolakan lainnya yang meluncur dari mulut mereka.. Nyahaha...




Namun, saat ini mereka tidak bisa mengelak sama sekali pada UN, karena dalam kurun waktu tiga minggu berturut-turut ini mereka akan menjalani hari paling menentukan dalam perjalanan tiga atau enam tahun selama di sekolah.




Tahun ini standar nilai kelulusan meningkat dari tahun kmaren. Hanya ada dua opsi, lulus atau tinggal kelas. Masa belajar selama tiga atau enam tahun ditentukan dalam Ujian Nasional dalam rentang hanya beberapa hari saja. Berat memang, tapi mau bagaimana lagi pemerintah punya gawe besar yang katanya membuat kompetensi lulusan sekolah meningkat. Fyuh...



Banyak pro-kontra tentang pelaksanaan Ujian Nasional ini. Ada yang mendukung dan menolak jika UN ini menjadi tolok ukur lulus dan tidak lulusnya siswa.




Realita yang ada kini dan menjadi rahasia publik adalah siswa diajak untuk saling bekerja sama menyukseskan hajatan terbesar pemerintah dalam hal pendidikan ini. Saling bahu-membahu mencari cara untuk lolos dari ujian nasional. Sudah bukan jamannya lagi mengerjakan soal dengan membungkuk seraya menutup lembar jawaban dari pandangan teman-teman di sekitar.