Sabtu, 29 Mei 2010
Kamis, 27 Mei 2010
Persiapan Semesteran

Ujian akhir semester 1 (Ganjil/Gasal) udah dekat, so … berikut ini ada beberapa tips belajar untuk persiapan menjelang ujian (sebelum ujian), ketika ujian, juga ada beberapa soal yang bisa kamu download sebagai bahan belajar, gratis lagi.
Tips Belajar menjelang ujian:
Jangan biarkan gangguan-gangguan datang dan benar-benar mengalihkan perhatian kamu.
Sudah umum kalo sesuatu yang baik itu gangguannya seabrek, contohnya yang sering mengganggu belajar kita adalah: televisi, handphone, nyamuk, juga laron (lagi musim laron kali). Nah, jangan biarkan hal-hal itu mengganggu belajarmu.
Siapkan catatan kecil.
Buat aja lembaran-lembaran kecil buat nulis apa-apa yang kebetulan pingin kamu tulis ketika belajar. Resep ini (menulis) biasanya lebih mudah merasuk ke otak kita ketimbang cuman dibaca aja, apalagi dilihatin doank.
Buat target.
Selalu buat target ketika memulai belajar, maksudnya kamu harus menentukan sendiri bahwa hari ini, atau jam ini saya harus belajar sampai bab ini atau halaman ini. Dan usahakan target ini selalu tercapai.
Siapkan hadiah/penghargaan buat dirimu sendiri.
Maksudnya begini, kamu punya komitmen untuk memberi hadiah atau penghargaan atas sesuatu yang SUDAH BERHASIL kamu raih. Misalnya: kalo saya berhasil mempelajari ini, saya baru akan makan ice cream coklat. Atau, jika saya berhasil mencapai nilai 90 dalam ujian matematika, baru saya boleh menjajakan uang saku saya. Dll.
Belajar tidak membuat kehilangan teman.
Kalo ada temanmu ngajak main ketika lagi belajar, gak usah diturutin. Dijamin temanmu gak akan menjauhi kamu hanya gara-gara hal itu. Kalo ternyata kemudian temanmu menjauhi kamu, ya berarti itu bukan teman yang baik bagimu. Gak usah dipikirin.
Ini juga penting.
Istirahat yang cukup akan membuat pikiran dan fisikmu cukup fresh untuk menerima apa-apa yang kamu pelajari. Jangan terlalu diforsir, satu jam belajar kemudian istirahat, bersantai 10-15 menit, kemudian belajar lagi. Asal jangan keterusan santainya sampai berjam-jam, lalu belajarnya cuma 10 menit.
Tips Ujian:
Datang lebih awal, jangan tepat waktu, maksudnya jangan datang pas bel masuk tetapi lebih awal dan tidak lari-lari.
Tenang dan Percaya Diri, yakinkan diri bahwa kamu benar-benar telah siap mengerjakan soal.
Bersantai tapi waspada (serius), duduk yang rileks di kursi lalu berdoa dan jangan tegang.
Kerjakan yang menurut kamu mudah baru kemudian pikirkan yang lebih sulit, seperti mesin perlu pemanasan yang ringan-ringan dulu.
Sediakan waktu buat mengecek kembali jawaban yang telah kamu buat atau kamu pilih.
Itu saja beberapa tips yang bisa kamu jadikan referensi belajar dan usahakan sebisa mungkin ujian itu adalah hasil karya kamu sendiri, tidak dari mencontoh orang lain, demi masa depan yang masih panjang.
Senin, 17 Mei 2010
Menghindari Murka Alam
Tanda-tanda musim penghujan kini sudah demikian sudah terasa. Tentu itu pautu disyukuri. Sebab, sebelumnya smepat muncul prediksi bahwa akhir tahun ini hujan akan belum mengguyur bumi Indonesia. Kekerongan (El Nino) pun sempat dikhawatirkan melanda sejumlah kawasan di tanah air.
Kekurangan air bersih memang sempat melanda sejumlah daerah. Bahkan sekarang pun masih ada yang kesulitan air. Namun, dengan turunnya hujan saat ini, bencana kekeringan tentu segera berakhir. Setidaknya, tidak akan menjangkau wilayah yang lebih luas lagi.
Itulah kearifan alam. Musim penghujan merupakan siklus alam. Air yang saat kemarau tersedot dari bumi dan kemudian mengalir ke laut, selama musim penghujan ini, akan kembali “naik” ke daratan untuk membasahi bumi. Itu merupakan kuasa dan keadilan Tuhan untuk memelihara keseimbangan kehidupan manusia manusia dan makhluk hidup lainnya.
Sayangnya, kali ini kedatangan musim penghujan mendatangkan bencana bagi manusia. Seperti pada saat musim penghujan tahun-tahun sebelumnya, saat ini serentetan musibah juga terjadi. Yang terbaru sekeluarga di desa Geger, Sendang, Tulung Agung, Jatim, tertimbun tanah longsor. Puluhan rumah di kecamatan Bruno, Purworejo, Jateng, juga tertimbun tanah longsor.
Kalau terus ditelusuri, tentu musibah pada awal musim penghujan ini lebih banyak dari itu. Beberapa daerah telah disambangi banjir. Angin puting beliung juga telah memporak-porandakan sejumlah bangunan. Sebagai bangsa yang percaya kepada Tuhan, tentu kita patut meyakini bahwa semua musibah tersebut terjadi karena kehendak-Nya. Namun terlepas dari itu ada beberapa factor lain yang begitu nyata yang memicu ketentuan Tuhan tersebut.
Pada umumnya tanah longsor itu terjadi karena lereng yang semula dipenuhi pepohonan kini banyak yang gundul. Demikian pula dengan banjir. Jumlah hutan yang sebelumnya menjadi resapan airketika musim penghujan kini semakin sedikit.
Jika melihat fakta tersebut, tentu introspeksi atau mawas diri merupakan langkah langkah terbaik yang harus kita lakukan. Tuhan mungkin akan “menjatuhkan ketentuan atau vonis lain” jika kita mengikuti sunah-Nya dengan baik. Hutan yang memiliki manfaat yang besaryang seharusnya tidak kita dzalimi. Eksploitasi terhadap alam dibatasi sesuai kadar kebutuhan yang diperlukan, tidak membabi buta.
Keserakahan dalam mengumpulkan harta juga tidak terus diumbar. Begitu gelombang laut tidak bersahabat, kapal jangan dipaksakan berangkat. Kapal yang hanya mengangkut 250 orang, misalnya, jangan dipaksa memuat 300 orang. Kondisi kapal yang tidak prima harus diservis dahulu hingga pulih kembali. Dan seterusnya. . .dan seterusnya. . .
Alam memang tersedia untuh manusia. Namun, alam bias memperlihatkan murkanya bila diperlakukan tidak semestinya. Karena itu, marilah kita cintai diri kita dan kehidupan ini.
Kekurangan air bersih memang sempat melanda sejumlah daerah. Bahkan sekarang pun masih ada yang kesulitan air. Namun, dengan turunnya hujan saat ini, bencana kekeringan tentu segera berakhir. Setidaknya, tidak akan menjangkau wilayah yang lebih luas lagi.
Itulah kearifan alam. Musim penghujan merupakan siklus alam. Air yang saat kemarau tersedot dari bumi dan kemudian mengalir ke laut, selama musim penghujan ini, akan kembali “naik” ke daratan untuk membasahi bumi. Itu merupakan kuasa dan keadilan Tuhan untuk memelihara keseimbangan kehidupan manusia manusia dan makhluk hidup lainnya.
Sayangnya, kali ini kedatangan musim penghujan mendatangkan bencana bagi manusia. Seperti pada saat musim penghujan tahun-tahun sebelumnya, saat ini serentetan musibah juga terjadi. Yang terbaru sekeluarga di desa Geger, Sendang, Tulung Agung, Jatim, tertimbun tanah longsor. Puluhan rumah di kecamatan Bruno, Purworejo, Jateng, juga tertimbun tanah longsor.
Kalau terus ditelusuri, tentu musibah pada awal musim penghujan ini lebih banyak dari itu. Beberapa daerah telah disambangi banjir. Angin puting beliung juga telah memporak-porandakan sejumlah bangunan. Sebagai bangsa yang percaya kepada Tuhan, tentu kita patut meyakini bahwa semua musibah tersebut terjadi karena kehendak-Nya. Namun terlepas dari itu ada beberapa factor lain yang begitu nyata yang memicu ketentuan Tuhan tersebut.
Pada umumnya tanah longsor itu terjadi karena lereng yang semula dipenuhi pepohonan kini banyak yang gundul. Demikian pula dengan banjir. Jumlah hutan yang sebelumnya menjadi resapan airketika musim penghujan kini semakin sedikit.
Jika melihat fakta tersebut, tentu introspeksi atau mawas diri merupakan langkah langkah terbaik yang harus kita lakukan. Tuhan mungkin akan “menjatuhkan ketentuan atau vonis lain” jika kita mengikuti sunah-Nya dengan baik. Hutan yang memiliki manfaat yang besaryang seharusnya tidak kita dzalimi. Eksploitasi terhadap alam dibatasi sesuai kadar kebutuhan yang diperlukan, tidak membabi buta.
Keserakahan dalam mengumpulkan harta juga tidak terus diumbar. Begitu gelombang laut tidak bersahabat, kapal jangan dipaksakan berangkat. Kapal yang hanya mengangkut 250 orang, misalnya, jangan dipaksa memuat 300 orang. Kondisi kapal yang tidak prima harus diservis dahulu hingga pulih kembali. Dan seterusnya. . .dan seterusnya. . .
Alam memang tersedia untuh manusia. Namun, alam bias memperlihatkan murkanya bila diperlakukan tidak semestinya. Karena itu, marilah kita cintai diri kita dan kehidupan ini.
Selasa, 04 Mei 2010
Makna Hari Pendidikan Nasional
Namun begitu, dalam benak kita pendidikan di negeri ini belum beranjak melaju pesat menuju mutu yang memuaskan. Bila mau menengok ke belakang, ketika kemarin usai melaksanakan Ujian Nasional pada pelajaran matematika bagi siswa SMA/MA/SMK, raut wajah mereka banyak mengalami kekhawatiran akan hasil yang di capai dalam ujian tersebut. Harus seperti apakah yang bisa dilaksanakan oleh instuisi pendidikan kita? Apakah ini merupakan proses belajar yang salah ataukah kurang bergairahnya para siswa dalam mengikuti proses pendidikan setiap hari sehingga dikatakan gagal dalam pendidikan ?
Pada dasa warsa tahun 70 atau 80 -an para orang tua kita dalam sekolah mereka cerdas-cerdas. Padahal secara umum sarana prasarana masih sangat kekurangan. Kemudian di banding sekarang ini antara tahun 90 - 2000-an, rata-rata siswa mengeluh terhadap sulitnya pendidikan kita. Apa yang menjadi masalah dalam masalah ini ?
Tujuan pemerintah menaikkan rata-rata hasil UN 5,5 bisa sangat difahami untuk menaikkan rating mutu pendidikan nasional. Namun banyak fihak yang menganggap bahwa hal tersebut sangat memberatkan siswa. Kembali lagi, sebuah proses belajar yang salah, gagal memotivasi siswa atau kemauan siswa yang tidak semangat dalam belajar ?
Perubahan Zaman
Bila dikaji lebih jauh, kondisi tahun 70-80 an merupakan masa-masa pergerakan menuju perbaikan kondisi Indonesia. Semangat mereka sangat tinggi untuk mencapai rasa sukses dalam pendidikan. Lebih jauh jagi kalau menegok tahun sebelum tahun 70-an. Mereka sangat luar biasa dalam belajar. Berhitung tanpa alatb bantu mereka mampu. Beranjak ke tahun 70 - 2000 -an, siswa tanpa alat bantu sangat sulit untuk berhitung.
Perkembangan teknologi sangat berpengaruh bagi siswa-siswi di masa sekarang ini. Yang mengembangkan teknologi sekarang ini juga merupakan produk pendidikan tahun 60-80an. Berarti, bisa dikatakan bahwa siswa masa itu lebih brilian semangatnya dibanding masa sekarang ini.
Kembali lagi tentang hari Pendidikan Nasional, bahwa permasalahan lemahnya semangat para siswa harus disikapi secara serius oleh semua fihak baik para orang tua siswa, para teknisi pendidikan dan pemerintah. Ada baiknya duduk dalam satu meja untuk mencari formula yang tepat dalam memajukan pendidikan nasional. Apabila di ajak secara langsung membahas tentang hal itu, lebih baik dan masing-masing mempunyai rasa tanggung jawab untuk menjawab tantangan bangsa ini ke depan dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih maju, bermartabat dan setara dengan bangsa lain dalam ilmu pengetahuan.
Melalui Hari Pendidikan Nasional tahun ini, harus bertekat untuk memajukan bangsa Indonesia melalui jalur Pendidikan..
PENTINGNYA BELAJAR

Belajar adalah proses untuk mengerti sesuatu. belajar selalu kita terapkan dalam setiap hal seperti:
1. kita tidak bisa mengerti pelajaran tanpa belajar.
2. pada waktu kita kecil, kita belum bisa bersepeda maka kita perlu proses belajar terlebih dahulu.
itu sedikit contoh pentingnya belajar buat kita. memang, terkadang kita malas belajar tetapi jika kita mengingat apabila kita tidak belajar maka kita tidak mengerti sesuatu yang ingin kita mengerti dan juga apabila kita tidak belajar bagaimana kita bisa mencapai cita-cita kita kalau kita tidak mengerti apapun. tapi terkadang ada juga bahwa kita sudah belajar tetapi tidak juga mengerti apa yang telah kita pelajari. maka apabila hal itu terjadi sebaiknya kita belajar dan belajar terus dan tidak lupa disertai ibadah dengan memohon RIDHLO-NYA. jangan lupa sebelum belajar harus berdo'a. belajar sama artinya dengan menuntut ilmu, dan bagi orang islam menuntut ilmu hukumnya wajib. dari lahir sampai ke liang lahat. jadi apabila kita umat islam tidak belajar ataupun malas belajar itu berarti kita berdosa. kalau kamu seorang muslim dan merasa mempunyai kewajiban serta ingin cita-cita kamu tercapai mari mulai dari sekarang kita harus belajar!!!!!!!!!!!!!!!
BY:FRIENDSHIP
Sabtu, 01 Mei 2010
Hari Kartini dan Maknanya
Langganan:
Komentar (Atom)



