Karakteristik Anak Berbakat
Menurut Terman (dalam Semiawan, dkk, 1984:22). Karakteristik anak berbakat intelektual, antara lain "unggul" atau "menonjol" dalam:
a. Kesiagaan mental
b. Kemampuan pengamatan (observasi).
c. Keinginan untuk belajar
d. Daya konsentrasi
e. Daya nalar
f. Kemampuan membaca
g. Ungkapan verbal
h. Kemampuan menulis
i. Kemampuan mengajukan pertanyaan.
Disamping itu adalah:
a. Menunjukkan minat yang tinggi.
b. Berambisi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi
c. Mandiri dalam memberikan pertimbangan
d. Dapat memberi jawaban yang tepat dan langsung ke sasaran
e. Mempunyai rasa humor yang tinggi.
f. Melibatkan diri sepenuhnya dan ulet menghadapi tugas yang diminati.
Daftar yang disusun oleh Seagoe yang kemudian dikutip oleh Martinson (dalam Semiawan, dkk, 1984:23) menunjukan bahwa ciri-ciri tertentu anak berbakat dapat atau mungkin mengakibatkan masalah-masalah tertentu antara lain adalah:
a. Kemampuan berpikir kritis dapat mengarah ke sikap ragu-ragu (skeptis) dan sikap kritis baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain.
b. Kemampuan kreatif dan minat untuk melakukan hal-hal baru bisa menyebabkan anak-anak berbakat tidak menyukai atau cepat bosan terhadap tugas-tugas rutin.
c. Perilaku ulet dan terarah pada tujuan yang sering tampak pada anak-anak berbakat dapat menjurus ke arah lingkungan untuk memaksakan atau mempertahankan pendapatnya
D. Kepekaan dari anak-anak berckat dapat menyebabkan anak mudah tersinggung atau mempertahankan pendapatnya.
E. Semangat yang tinggi, kesiagaan mental, dan prakarsanya, dapat membuatnya kurang sabar atau kurang toleran jika tidak ada kegiatan atau kurang tampak kemajuan dalam kegiatan-kegiatan yang sedang berlangsung.
F. Dengan kemampuan dan minatnya yang beraneka ragam, anak-anak berbakat membutuhkan keluwesan dan dukungan untuk dapat menjajagi dan mengembangkan minat-minatnya.
G. Keinginan anak berbakat untuk mandiri dalam belajar serta bekerja, kebutuhannya akan kebebasan, dapat menimbulkan konflik karena tidak mudah menyesuaikan diri atau tunduk terhadap tekanan orang tua atau teman sebaya. Ia dapat juga merasa ditolak atau kurang dimengerti oleh lingkungannya.
Jenis Bakat
Berbakat atau gifted diartikan sebagai memiliki bakat intelektual (baik umum atau khusus) dan talent sebagai bakat-bakat khusus.
Bakat-bakat tersebut, baik yang masih sebagai potensi maupun yang sudah terwujud, meliputi:
a. Kemampuan intelektual umum
B.Kemampuan akademik khusus
C.Kemampuan berpikir secara kreatif-produktif
D.Kemampuan dalam salah satu bidang seni
E.Kemampuan psikomotorik/kinestetik
F. Kemampuan psikososial atau bakat kepemimpinan
Sabtu, 24 Maret 2012
Jumat, 23 Maret 2012
Faktor Ekstra-Individual
Berkembangnya potensi seseorang dibatasi oleh lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1.Lingkungan memungkinkan munculnya kebiasaan atau kemampuan yang terpendam (laten) dan ia dapat menekan munculnya kemampuan lainnya yang diakibatkan oleh tidak adanya kesempatan untuk berfungsinya kemampuan tersebut.
2.Lingkungan menyediakan kemungkinan-kemungkinan untuk melatih atau mengulang-ulang suatu keterampilan. baik keterampilan fisik maupun keterampilan mental.
3.Lingkungan membantu menjuruskan, spesialisasi, mengarahkan secara khusus, misalnya keterampilan motorik.
4.Lingkungan juga memberikan hadiah atau goal yang sesuai yang menyebabkan peningkatan dorongan belajar mengenai satu segi, dan mengurangnya kesempatan belajar pada segi yang lain.
Lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan bakat, dapat berupa:
1.Lingkungan sosial, proses pengembangannya melalui proses sosialisasi, misalnya bagaimana kebudayaan tertentu membentuk tingkah laku tertentu.
2.Lingkungan edukasi, pengembangannya melalui proses pendidikan formal, seperti bagaimana yang diajarkan di sekolah.
3.Besarnya atau banyaknya latihan pada keterampilan tertentu.
4.Hambatan-hambatan yang didapat atau ada dalam lingkungan.
5.Kemungkinan untuk mengekspresikan atau mengutarakan bakat, misalnya apakah di berikan les atau latihan yang cukup, apakah tersedia alat musik, dan sebagainya.
Lingkungan-lingkungan tersebut, berperan dalam pengembangan bakat secara khusus, bergantung pada bagaimana kemampuan tersebut. Misalnya bagi keterampilan bakat musik, sangat perlu pula adanya instrumen musik sebagai alat untuk mengekspresikan kemampuan bermain musik tadi. Tanpa ini, bakat juga tidak akan tampil.
Perbedaan Individual dalam Bakat
Adalah merupakan kenyataan bahwa tidak ada dua anak yang dilahirkan dengan bawaan fisik dan mental yang seluruhnya sama. Oleh karenanya tidak ada dua anak yang akan mengembangkan bakat yang identik. Sebaliknya, masing-masing anak akan merupakan seorang individu yang berbeda dengan individu lainnya.
Bakat baru muncul atau tampil bila memperoleh kesempatan untuk dikembangkan oleh lingkungannya melalui proser belajar. Dengan kata lain, meskipunada potensinya. tetapi bakat tidak akan berkembang dengan baik, bila lingkungan tidak mendukungnya. Minat, motivasi, nilai (value), dan kepribadian juga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya bakat seseorang.
Perbedaan lingungan tempat mereka tinggal, juga perbedaan minat, motiuasi, value, dan kepribadian, akan mengakibatkan perkembangan bakat yang berbeda. Sehingga mudah di pahami bahwa tidak ada dua anak yang memiliki bakat dan kemampuan yang persis sama. Katakanlah sama-sama berbakat musik, dikarenakan perbedaan lingkungan, minat, motivasi, dan kepribadian. Kemampuan memainkan musiknya pun akan berbeda. Di antara mereka yang berbakat musik, mungkin ada yang sangat cekatan, dan mungkin hanya biasa-biasa saja.
Itulah sebabnya setiap anak yang berbakat, berbeda antara yang satu dengan lainnya. Khususnya dalam hal kualitas penampilan atau kemampuannya.
Upaya Membantu Mengembangkan Bakat dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Agar anak-anak berbakat dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya masing-masing, maka bagi mereka perlu disediakan suatu pendidikan khusus, sebab pada sekolah-sekolah atau pendidikan biasa, bakat mereka yang luar biasa tidak mungkin dikembangkan secara optimal. Hal ini sangat penting, sebab kalau anak-anak yang berbakat tidak diberi tempat yang wajar, baik di sekolah maupun di rumah, maka mereka akan tumbuh menjadi underachiever yaitu tidak berfungsi optimal sesuai dengan potensi mereka, anak bermasalah, atau putus sekolah (Barbe & Renzulli, Gallagher (dalam Semiawan, dkk, 1984:15).
Di samping program pendidikan khusus, mereka juga membutuhkan dukungan lingkungan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perkembangan bakat. Dukungan lingkungan yang bersifat psikologis seperti minat, motivasi berprestasi, dukungan moral dari orang tua, sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan bakat seseorang di samping lingkungan pergaulan dan lingkungan fisik seperti dalam dukungan sarana dan prasarana.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka sudah saatnya bagi anak-anak berbakat diberikan pendidikan khusus sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, sehingga mereka berkemungkinan untuk berkembang menjadi manusia yang dapat memberikan sumbangan yang berarti baik bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat maupun bagi negara.
Berkembangnya potensi seseorang dibatasi oleh lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1.Lingkungan memungkinkan munculnya kebiasaan atau kemampuan yang terpendam (laten) dan ia dapat menekan munculnya kemampuan lainnya yang diakibatkan oleh tidak adanya kesempatan untuk berfungsinya kemampuan tersebut.
2.Lingkungan menyediakan kemungkinan-kemungkinan untuk melatih atau mengulang-ulang suatu keterampilan. baik keterampilan fisik maupun keterampilan mental.
3.Lingkungan membantu menjuruskan, spesialisasi, mengarahkan secara khusus, misalnya keterampilan motorik.
4.Lingkungan juga memberikan hadiah atau goal yang sesuai yang menyebabkan peningkatan dorongan belajar mengenai satu segi, dan mengurangnya kesempatan belajar pada segi yang lain.
Lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan bakat, dapat berupa:
1.Lingkungan sosial, proses pengembangannya melalui proses sosialisasi, misalnya bagaimana kebudayaan tertentu membentuk tingkah laku tertentu.
2.Lingkungan edukasi, pengembangannya melalui proses pendidikan formal, seperti bagaimana yang diajarkan di sekolah.
3.Besarnya atau banyaknya latihan pada keterampilan tertentu.
4.Hambatan-hambatan yang didapat atau ada dalam lingkungan.
5.Kemungkinan untuk mengekspresikan atau mengutarakan bakat, misalnya apakah di berikan les atau latihan yang cukup, apakah tersedia alat musik, dan sebagainya.
Lingkungan-lingkungan tersebut, berperan dalam pengembangan bakat secara khusus, bergantung pada bagaimana kemampuan tersebut. Misalnya bagi keterampilan bakat musik, sangat perlu pula adanya instrumen musik sebagai alat untuk mengekspresikan kemampuan bermain musik tadi. Tanpa ini, bakat juga tidak akan tampil.
Perbedaan Individual dalam Bakat
Adalah merupakan kenyataan bahwa tidak ada dua anak yang dilahirkan dengan bawaan fisik dan mental yang seluruhnya sama. Oleh karenanya tidak ada dua anak yang akan mengembangkan bakat yang identik. Sebaliknya, masing-masing anak akan merupakan seorang individu yang berbeda dengan individu lainnya.
Bakat baru muncul atau tampil bila memperoleh kesempatan untuk dikembangkan oleh lingkungannya melalui proser belajar. Dengan kata lain, meskipunada potensinya. tetapi bakat tidak akan berkembang dengan baik, bila lingkungan tidak mendukungnya. Minat, motivasi, nilai (value), dan kepribadian juga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya bakat seseorang.
Perbedaan lingungan tempat mereka tinggal, juga perbedaan minat, motiuasi, value, dan kepribadian, akan mengakibatkan perkembangan bakat yang berbeda. Sehingga mudah di pahami bahwa tidak ada dua anak yang memiliki bakat dan kemampuan yang persis sama. Katakanlah sama-sama berbakat musik, dikarenakan perbedaan lingkungan, minat, motivasi, dan kepribadian. Kemampuan memainkan musiknya pun akan berbeda. Di antara mereka yang berbakat musik, mungkin ada yang sangat cekatan, dan mungkin hanya biasa-biasa saja.
Itulah sebabnya setiap anak yang berbakat, berbeda antara yang satu dengan lainnya. Khususnya dalam hal kualitas penampilan atau kemampuannya.
Upaya Membantu Mengembangkan Bakat dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Agar anak-anak berbakat dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya masing-masing, maka bagi mereka perlu disediakan suatu pendidikan khusus, sebab pada sekolah-sekolah atau pendidikan biasa, bakat mereka yang luar biasa tidak mungkin dikembangkan secara optimal. Hal ini sangat penting, sebab kalau anak-anak yang berbakat tidak diberi tempat yang wajar, baik di sekolah maupun di rumah, maka mereka akan tumbuh menjadi underachiever yaitu tidak berfungsi optimal sesuai dengan potensi mereka, anak bermasalah, atau putus sekolah (Barbe & Renzulli, Gallagher (dalam Semiawan, dkk, 1984:15).
Di samping program pendidikan khusus, mereka juga membutuhkan dukungan lingkungan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perkembangan bakat. Dukungan lingkungan yang bersifat psikologis seperti minat, motivasi berprestasi, dukungan moral dari orang tua, sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan bakat seseorang di samping lingkungan pergaulan dan lingkungan fisik seperti dalam dukungan sarana dan prasarana.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka sudah saatnya bagi anak-anak berbakat diberikan pendidikan khusus sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, sehingga mereka berkemungkinan untuk berkembang menjadi manusia yang dapat memberikan sumbangan yang berarti baik bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat maupun bagi negara.
Faktor Ekstra-Individual
Berkembangnya potensi seseorang dibatasi oleh lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1.Lingkungan memungkinkan munculnya kebiasaan atau kemampuan yang terpendam (laten) dan ia dapat menekan munculnya kemampuan lainnya yang diakibatkan oleh tidak adanya kesempatan untuk berfungsinya kemampuan tersebut.
2.Lingkungan menyediakan kemungkinan-kemungkinan untuk melatih atau mengulang-ulang suatu keterampilan. baik keterampilan fisik maupun keterampilan mental.
3.Lingkungan membantu menjuruskan, spesialisasi, mengarahkan secara khusus, misalnya keterampilan motorik.
4.Lingkungan juga memberikan hadiah atau goal yang sesuai yang menyebabkan peningkatan dorongan belajar mengenai satu segi, dan mengurangnya kesempatan belajar pada segi yang lain.
Lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan bakat, dapat berupa:
1.Lingkungan sosial, proses pengembangannya melalui proses sosialisasi, misalnya bagaimana kebudayaan tertentu membentuk tingkah laku tertentu.
2.Lingkungan edukasi, pengembangannya melalui proses pendidikan formal, seperti bagaimana yang diajarkan di sekolah.
3.Besarnya atau banyaknya latihan pada keterampilan tertentu.
4.Hambatan-hambatan yang didapat atau ada dalam lingkungan.
5.Kemungkinan untuk mengekspresikan atau mengutarakan bakat, misalnya apakah di berikan les atau latihan yang cukup, apakah tersedia alat musik, dan sebagainya.
Lingkungan-lingkungan tersebut, berperan dalam pengembangan bakat secara khusus, bergantung pada bagaimana kemampuan tersebut. Misalnya bagi keterampilan bakat musik, sangat perlu pula adanya instrumen musik sebagai alat untuk mengekspresikan kemampuan bermain musik tadi. Tanpa ini, bakat juga tidak akan tampil.
Perbedaan Individual dalam Bakat
Adalah merupakan kenyataan bahwa tidak ada dua anak yang dilahirkan dengan bawaan fisik dan mental yang seluruhnya sama. Oleh karenanya tidak ada dua anak yang akan mengembangkan bakat yang identik. Sebaliknya, masing-masing anak akan merupakan seorang individu yang berbeda dengan individu lainnya.
Bakat baru muncul atau tampil bila memperoleh kesempatan untuk dikembangkan oleh lingkungannya melalui proser belajar. Dengan kata lain, meskipunada potensinya. tetapi bakat tidak akan berkembang dengan baik, bila lingkungan tidak mendukungnya. Minat, motivasi, nilai (value), dan kepribadian juga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya bakat seseorang.
Perbedaan lingungan tempat mereka tinggal, juga perbedaan minat, motiuasi, value, dan kepribadian, akan mengakibatkan perkembangan bakat yang berbeda. Sehingga mudah di pahami bahwa tidak ada dua anak yang memiliki bakat dan kemampuan yang persis sama. Katakanlah sama-sama berbakat musik, dikarenakan perbedaan lingkungan, minat, motivasi, dan kepribadian. Kemampuan memainkan musiknya pun akan berbeda. Di antara mereka yang berbakat musik, mungkin ada yang sangat cekatan, dan mungkin hanya biasa-biasa saja.
Itulah sebabnya setiap anak yang berbakat, berbeda antara yang satu dengan lainnya. Khususnya dalam hal kualitas penampilan atau kemampuannya.
Upaya Membantu Mengembangkan Bakat dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Agar anak-anak berbakat dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya masing-masing, maka bagi mereka perlu disediakan suatu pendidikan khusus, sebab pada sekolah-sekolah atau pendidikan biasa, bakat mereka yang luar biasa tidak mungkin dikembangkan secara optimal. Hal ini sangat penting, sebab kalau anak-anak yang berbakat tidak diberi tempat yang wajar, baik di sekolah maupun di rumah, maka mereka akan tumbuh menjadi underachiever yaitu tidak berfungsi optimal sesuai dengan potensi mereka, anak bermasalah, atau putus sekolah (Barbe & Renzulli, Gallagher (dalam Semiawan, dkk, 1984:15).
Di samping program pendidikan khusus, mereka juga membutuhkan dukungan lingkungan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perkembangan bakat. Dukungan lingkungan yang bersifat psikologis seperti minat, motivasi berprestasi, dukungan moral dari orang tua, sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan bakat seseorang di samping lingkungan pergaulan dan lingkungan fisik seperti dalam dukungan sarana dan prasarana.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka sudah saatnya bagi anak-anak berbakat diberikan pendidikan khusus sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, sehingga mereka berkemungkinan untuk berkembang menjadi manusia yang dapat memberikan sumbangan yang berarti baik bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat maupun bagi negara.
Berkembangnya potensi seseorang dibatasi oleh lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1.Lingkungan memungkinkan munculnya kebiasaan atau kemampuan yang terpendam (laten) dan ia dapat menekan munculnya kemampuan lainnya yang diakibatkan oleh tidak adanya kesempatan untuk berfungsinya kemampuan tersebut.
2.Lingkungan menyediakan kemungkinan-kemungkinan untuk melatih atau mengulang-ulang suatu keterampilan. baik keterampilan fisik maupun keterampilan mental.
3.Lingkungan membantu menjuruskan, spesialisasi, mengarahkan secara khusus, misalnya keterampilan motorik.
4.Lingkungan juga memberikan hadiah atau goal yang sesuai yang menyebabkan peningkatan dorongan belajar mengenai satu segi, dan mengurangnya kesempatan belajar pada segi yang lain.
Lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan bakat, dapat berupa:
1.Lingkungan sosial, proses pengembangannya melalui proses sosialisasi, misalnya bagaimana kebudayaan tertentu membentuk tingkah laku tertentu.
2.Lingkungan edukasi, pengembangannya melalui proses pendidikan formal, seperti bagaimana yang diajarkan di sekolah.
3.Besarnya atau banyaknya latihan pada keterampilan tertentu.
4.Hambatan-hambatan yang didapat atau ada dalam lingkungan.
5.Kemungkinan untuk mengekspresikan atau mengutarakan bakat, misalnya apakah di berikan les atau latihan yang cukup, apakah tersedia alat musik, dan sebagainya.
Lingkungan-lingkungan tersebut, berperan dalam pengembangan bakat secara khusus, bergantung pada bagaimana kemampuan tersebut. Misalnya bagi keterampilan bakat musik, sangat perlu pula adanya instrumen musik sebagai alat untuk mengekspresikan kemampuan bermain musik tadi. Tanpa ini, bakat juga tidak akan tampil.
Perbedaan Individual dalam Bakat
Adalah merupakan kenyataan bahwa tidak ada dua anak yang dilahirkan dengan bawaan fisik dan mental yang seluruhnya sama. Oleh karenanya tidak ada dua anak yang akan mengembangkan bakat yang identik. Sebaliknya, masing-masing anak akan merupakan seorang individu yang berbeda dengan individu lainnya.
Bakat baru muncul atau tampil bila memperoleh kesempatan untuk dikembangkan oleh lingkungannya melalui proser belajar. Dengan kata lain, meskipunada potensinya. tetapi bakat tidak akan berkembang dengan baik, bila lingkungan tidak mendukungnya. Minat, motivasi, nilai (value), dan kepribadian juga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya bakat seseorang.
Perbedaan lingungan tempat mereka tinggal, juga perbedaan minat, motiuasi, value, dan kepribadian, akan mengakibatkan perkembangan bakat yang berbeda. Sehingga mudah di pahami bahwa tidak ada dua anak yang memiliki bakat dan kemampuan yang persis sama. Katakanlah sama-sama berbakat musik, dikarenakan perbedaan lingkungan, minat, motivasi, dan kepribadian. Kemampuan memainkan musiknya pun akan berbeda. Di antara mereka yang berbakat musik, mungkin ada yang sangat cekatan, dan mungkin hanya biasa-biasa saja.
Itulah sebabnya setiap anak yang berbakat, berbeda antara yang satu dengan lainnya. Khususnya dalam hal kualitas penampilan atau kemampuannya.
Upaya Membantu Mengembangkan Bakat dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan
Agar anak-anak berbakat dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya masing-masing, maka bagi mereka perlu disediakan suatu pendidikan khusus, sebab pada sekolah-sekolah atau pendidikan biasa, bakat mereka yang luar biasa tidak mungkin dikembangkan secara optimal. Hal ini sangat penting, sebab kalau anak-anak yang berbakat tidak diberi tempat yang wajar, baik di sekolah maupun di rumah, maka mereka akan tumbuh menjadi underachiever yaitu tidak berfungsi optimal sesuai dengan potensi mereka, anak bermasalah, atau putus sekolah (Barbe & Renzulli, Gallagher (dalam Semiawan, dkk, 1984:15).
Di samping program pendidikan khusus, mereka juga membutuhkan dukungan lingkungan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perkembangan bakat. Dukungan lingkungan yang bersifat psikologis seperti minat, motivasi berprestasi, dukungan moral dari orang tua, sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan bakat seseorang di samping lingkungan pergaulan dan lingkungan fisik seperti dalam dukungan sarana dan prasarana.
Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka sudah saatnya bagi anak-anak berbakat diberikan pendidikan khusus sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, sehingga mereka berkemungkinan untuk berkembang menjadi manusia yang dapat memberikan sumbangan yang berarti baik bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat maupun bagi negara.
Perkembangan Bakat Peserta Didik
Pengertian Bakat
Bakat (aptitude) biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih (Semiawan, dkk, 1984:1). Tes bakat (aptitude test) sebagaimana disebut di atas, adalah tes yang mengukur prestasi atau kapasitas yang dapat dicapai seseorang di masa depan, sedangkan tes prestasi (achievement test) yaitu tes yang mengukur kemampuan untuk berprestasi saat ini (Chaplin, 1989:35).
Wijaya (1988:66) menyatakan bahwa "bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Misalnya: berupa kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik, dsb.
Dalam hal ini seseorang yang berbakat musik, misalnya dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan musik tersebut.
Bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat (aptitude) adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, yang relatif bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum ) atau khusus (bakat akademis khusus). Bakat khusus disebut talent.
Jenis Bakat
Berbakat atau gifted diartikan sebagai memiliki bakat intelektual (baik umum atau khusus) dan talent sebagai bakat-bakat khusus.
Bakat-bakat tersebut, baik yang masih sebagai potensi maupun yang sudah terwujud, meliputi:
a. Kemampuan intelektual umum
B.Kemampuan akademik khusus
C.Kemampuan berpikir secara kreatif-produktif
D.Kemampuan dalam salah satu bidang seni
E.Kemampuan psikomotorik/kinestetik
F. Kemampuan psikososial atau bakat kepemimpinan
Hubungan antara Bakat dengan Prestasi
Perwujudan bakat dan kemampuan adalah prestasi (Munandar, 1992:18). Bakat dan kemampuan menentukan prestasi. Orang yang memiliki bakat matematika dapat diprakirakan/diharapkan untuk mencapai prestasi menonjol dalam bidang matematika, dan prestasi yang menonjol dalam bidang matematika dapat merupakan cerminan dari bakat yang dimiliki dalam bidang tersebut.
Namun karena bakat masih merupakan potensi, orang yang berbakat belum pasti mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidangnya. Demikian halnya orang yang menunjukkan prestasi menonjol dalam bidang tertentu. selalu merupakan perwujudan dari bakat khusus yang dimiliki. Hanya bakat khusus yang mendapat kesempatan untuk berkembang sejak dini melalui latihan, didukung oleh fasilitas, dan disertai oleh minat yang tinggi akan terealisasikan dalam kemampuan dan menghasilkan prestasi yang unggul.
Bakat memang sangat menentukan prestasi seseorang, tetapi sejauh mana bakat itu akan terwujud dan menghasilkan suatu prestasi, masih banyak variabel yang turut menentukan.
Pengertian Bakat
Bakat (aptitude) biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih (Semiawan, dkk, 1984:1). Tes bakat (aptitude test) sebagaimana disebut di atas, adalah tes yang mengukur prestasi atau kapasitas yang dapat dicapai seseorang di masa depan, sedangkan tes prestasi (achievement test) yaitu tes yang mengukur kemampuan untuk berprestasi saat ini (Chaplin, 1989:35).
Wijaya (1988:66) menyatakan bahwa "bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Misalnya: berupa kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik, dsb.
Dalam hal ini seseorang yang berbakat musik, misalnya dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan musik tersebut.
Bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.
Bakat (aptitude) adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, yang relatif bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum ) atau khusus (bakat akademis khusus). Bakat khusus disebut talent.
Jenis Bakat
Berbakat atau gifted diartikan sebagai memiliki bakat intelektual (baik umum atau khusus) dan talent sebagai bakat-bakat khusus.
Bakat-bakat tersebut, baik yang masih sebagai potensi maupun yang sudah terwujud, meliputi:
a. Kemampuan intelektual umum
B.Kemampuan akademik khusus
C.Kemampuan berpikir secara kreatif-produktif
D.Kemampuan dalam salah satu bidang seni
E.Kemampuan psikomotorik/kinestetik
F. Kemampuan psikososial atau bakat kepemimpinan
Hubungan antara Bakat dengan Prestasi
Perwujudan bakat dan kemampuan adalah prestasi (Munandar, 1992:18). Bakat dan kemampuan menentukan prestasi. Orang yang memiliki bakat matematika dapat diprakirakan/diharapkan untuk mencapai prestasi menonjol dalam bidang matematika, dan prestasi yang menonjol dalam bidang matematika dapat merupakan cerminan dari bakat yang dimiliki dalam bidang tersebut.
Namun karena bakat masih merupakan potensi, orang yang berbakat belum pasti mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidangnya. Demikian halnya orang yang menunjukkan prestasi menonjol dalam bidang tertentu. selalu merupakan perwujudan dari bakat khusus yang dimiliki. Hanya bakat khusus yang mendapat kesempatan untuk berkembang sejak dini melalui latihan, didukung oleh fasilitas, dan disertai oleh minat yang tinggi akan terealisasikan dalam kemampuan dan menghasilkan prestasi yang unggul.
Bakat memang sangat menentukan prestasi seseorang, tetapi sejauh mana bakat itu akan terwujud dan menghasilkan suatu prestasi, masih banyak variabel yang turut menentukan.
Rabu, 21 Maret 2012
AT-TAHRIM
Madaniyyah
Surah ke-66 : 12 ayat
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2.Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu, dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
3.Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya,"Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?"Nabi menjawab, "Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti."
4.Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran), dan jika kamu bera pling bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi perlindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik, dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.
5. Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih cik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
6. Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
7.Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan.
8.Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurmi-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
9.Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
10. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir,istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu), "masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)."
11.Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."
12. Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, dan dia termasuk orang-orang yang taat.
Madaniyyah
Surah ke-66 : 12 ayat
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2.Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu, dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
3.Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya,"Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?"Nabi menjawab, "Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti."
4.Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran), dan jika kamu bera pling bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi perlindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik, dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.
5. Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih cik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
6. Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
7.Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan.
8.Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurmi-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
9.Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
10. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir,istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu), "masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)."
11.Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."
12. Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, dan dia termasuk orang-orang yang taat.
AL-HUJARAT
AL-HUJURÀT
Madaniyyah
Surah ke-49 : 18 ayat
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
2.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.
3.Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
4.Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
5. Dan sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
6.Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
7.Dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
8. sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
9. Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
10. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.
11.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan)perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Jaganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
12. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka mamakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
13.Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
14. Orang-orang Arab Badui berkata, "Kami telah beriman. "Katakanlah (kepada mereka), "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah'Kami telah tunduk (Islam), 'karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
15.Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
16. Katakanlah (kepada mereka), "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
17. Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, "Jaganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar."
18. Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Madaniyyah
Surah ke-49 : 18 ayat
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
2.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.
3.Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
4.Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
5. Dan sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
6.Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
7.Dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
8. sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
9. Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
10. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.
11.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan)perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Jaganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
12. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka mamakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
13.Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
14. Orang-orang Arab Badui berkata, "Kami telah beriman. "Katakanlah (kepada mereka), "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah'Kami telah tunduk (Islam), 'karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
15.Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
16. Katakanlah (kepada mereka), "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
17. Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, "Jaganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar."
18. Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Aku diam tak byk bicara. Bukan karna aku bisu. Bukan karna aku membencimu. Tapi.. Karna aku MALU. Jika kau melihat rona merah dipipiku. Menatapmu pun membuat lidahku kelu.
Aku diam dalam tawa. Bukan karna aku gila. Tapi karna aku tak kuasa. Senyumu membuatku terlena.
Aku hanya bisa berharap, berusaha dan berdoa. Aku menikmati semuanya.
Mengingat kamu, berkomunikasi dg km, merespon kamu.. karna aku tahu, kini kamulah perjalanan hatiku.
Sekedar kata "HALLO" dari kamu, ternyata membuatku berbeda. Kamu melengkapi makna hidupku. Melengkapi ratusan arti semangatku.
Aku belum bisa melukiskanmu dalam satu potret atau tulisan yg mungkin sangat sederhana. Karna km terlalu indah. Bukan karna ketampananmu, bukan karna kepintaranmu. Tapi, karna alasan yg aku sendiri tak tahu.
Kamu selalu ingin tahu arti setiap perkataanku, pemikiranku, bahasaku, dan mungkin rahasia hidupku.
Kamu begitu ambigu, begitu abu2, membuatku bertanya tentang byk hal. Membuatku berusaha membaca dan menjadi sosok yg lebih mengerti.
Jika kamu mencintai seorang wanita, aku ikhlas. Aku ingin sekali mengetuk pintu hatimu lalu kamu membukanya untukku. Tapi, itu bukanlah tujuanku sebenarnya. Karna aku sedang mempersiapkan diri untk mjd yg terbaik bagimu atau mungkin lainnya yg mjd pelabuhan hatiku kelak. Sehingga dy merasa beruntung memiliku seutuhnya.
Aku bukanlah seseorang yg suka dg perasaan menggebu-gebu. Aku lebih suka beradu dg buku" bacaanku. Karna dari merekalah aku mengerti arti mencintaimu.
Aku tak akan terus menunjukan perhatianku. Aku lebih suka mengendalikan diriku seperti biasa. Karna kamu masih di posisi yg sm,sahabatku, temanku, berbagi cerita sedikit ttg hidupku.
Walau km bersemayam di hatiku, kini atau selamanya. Tapi, kuyakinkan cintaku ke kamu tak akan pernah melebihi cintaku pd TUHANku sendiri. Itu pasti !!!
Aku diam dalam tawa. Bukan karna aku gila. Tapi karna aku tak kuasa. Senyumu membuatku terlena.
Aku hanya bisa berharap, berusaha dan berdoa. Aku menikmati semuanya.
Mengingat kamu, berkomunikasi dg km, merespon kamu.. karna aku tahu, kini kamulah perjalanan hatiku.
Sekedar kata "HALLO" dari kamu, ternyata membuatku berbeda. Kamu melengkapi makna hidupku. Melengkapi ratusan arti semangatku.
Aku belum bisa melukiskanmu dalam satu potret atau tulisan yg mungkin sangat sederhana. Karna km terlalu indah. Bukan karna ketampananmu, bukan karna kepintaranmu. Tapi, karna alasan yg aku sendiri tak tahu.
Kamu selalu ingin tahu arti setiap perkataanku, pemikiranku, bahasaku, dan mungkin rahasia hidupku.
Kamu begitu ambigu, begitu abu2, membuatku bertanya tentang byk hal. Membuatku berusaha membaca dan menjadi sosok yg lebih mengerti.
Jika kamu mencintai seorang wanita, aku ikhlas. Aku ingin sekali mengetuk pintu hatimu lalu kamu membukanya untukku. Tapi, itu bukanlah tujuanku sebenarnya. Karna aku sedang mempersiapkan diri untk mjd yg terbaik bagimu atau mungkin lainnya yg mjd pelabuhan hatiku kelak. Sehingga dy merasa beruntung memiliku seutuhnya.
Aku bukanlah seseorang yg suka dg perasaan menggebu-gebu. Aku lebih suka beradu dg buku" bacaanku. Karna dari merekalah aku mengerti arti mencintaimu.
Aku tak akan terus menunjukan perhatianku. Aku lebih suka mengendalikan diriku seperti biasa. Karna kamu masih di posisi yg sm,sahabatku, temanku, berbagi cerita sedikit ttg hidupku.
Walau km bersemayam di hatiku, kini atau selamanya. Tapi, kuyakinkan cintaku ke kamu tak akan pernah melebihi cintaku pd TUHANku sendiri. Itu pasti !!!
karena sesuatu hal yang belum diyakini. Adapun Mashalihul Mursalah ialah memelihara tujuan syara' (agama) dengan cara menolak segala sesuatu yang merusak makhluk.
Imam Maliki wafat pada hari Ahad tanggal 10 Rabi'u al-Awwal tahun 179 H (798 M), dalam usia 87 tahun. Dimakamkan di Baqi' Madinah. Mazhabnya tersebar dan berkembang di Maroko, Algers, Tunisia, Tripoli, Libya, juga sebagian di Irak, Palestina, Hijaz dan lain-lain.
3. Imam Syafi'i
Imam Syafi'i dilahirkan di Ghuzah daerah Palestina - Syam - Asqalan bulan Rajab tahun 150 H (767 M). Saat kelahiran Beliau di tahun yang sama bertepatan wafatnya Imam Hanafi di Baghdad. Nama lengkap Beliau adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi' bin Saib bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdul Manaf. Beliau keturunan bangsa Arab Quraisy dan satu marga dengan Rasulullah pada Abdul Muththalib (kakek Nabi Saw).
Para guru Imam Syafi'i yang terkenal di Makkah yaitu; Imam Muslim bin Khalid, Imam Ibrahim bin Sa'id, Sufyan bin Uyainah. Di Madinah yaitu, Malik bin Anas, ditambah yang lain seperti Ibrahim bin Muhammad, Yahya bin Hasan, Fudlail bin Tyadh dan Muhammad bin Syafi'
Kitab-Kitab karangan Imam Syafi'i di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Al-Risalah berisi tentang ushul al-Fiqh
2. Al-Um
3. Ikhtilaf Al-Hadis
4. Al-Musnad
5. Al-Fiqih
6. Al-Mukhtasharu al-Kabir/Shaghir/Al-Fara'idl.
7. Al-Jami'u al-Kabir dan lain-lain.
Dasar-dasar hukum Mazhab Imam Syafi'i
1. Al-Quran
2. As-Sunnah
3. Ijma'
4. Qiyas
5. Istidlal (mencari alasan berdasarkan kaidah-kaidah agama meskipun dari agama ahli kitab/Yahudi dan Nasrani).
Imam Syafi'i wafat pada hari Kamis 29 Rajab tahun 204 H (820 M). Dimakamkan dipekuburan Banu Zahrah, tepatnya di Qarafah Shughra di bawah kaki gunung "Al-Muqaththam" Mesir.
Mazhab Imam Syafi'i tersebar dan berkembang di Mesir, Palestina, Armenia, Ceylon, Persia, Tiongkok, Philipina, Indonesia, Australia, Hijaz, Kurdi, Yaman, Hadramaut, Aden dan lain-lain.
4. Imam Hanbali
Ia dilahirkan di Baghdad bulan Rabi'u al-Awwal 164 H (780 M). Nama lengkapnya iajh Ahmad bin Muhammad al-Syaibani. Silsilah nasabnya bersambung kepada Rasulullah Saw, baik dari garis ayah maupun ibunya.
Imam Hanbali belajar dan mencari ilmu agama kepada guru dan para ulama di Baghdad, sebagai wilayah pusat para intelektual Islam. Ia berguru kepada Ismail bin Aliyyah, Hasyim bin Basyir, Hanad bin Khalid, Manshur bin Salamah, Mudaffar bin Mudrik dan lain-lain. Mereka terdiri dari ahli fiqih, ahli ushul, ahli kalam, ahli tafsir, ahli hadis, ahli tarikh dan ahli bahasa.
Kitab karangannya yang terkenal hingga saat ini adalah Al-Musnad. Berisi kumpulan hadis sebanyak 40.000 Hadits. Selain itu beliau menulis Tafsir Al-Quran, Kitab Nasikh Mansukh. Kitab Al-Muqaddan wa al-Muakhkhar fi al-Quran. Kitab jawabatu al-Quran, Kitab Al-Tarikh, Kitab Manasik al-Kabir, Kitab al-Illah, Kitab al-Wara'i, dan Kitab Al-Shalah.
Dasar-dasar hukum mazhab Imam Hanbali:
1. Nash al-Quran dan Sunnah Nabi yang Shahih.
2. Fatwa para sahabat Nabi
3. Fatwa para sahabat yang masih dalam perselisihan, diambil yang paling dekat dengan al-Quran.
4. Hadits mursal, hadis dha'if dan hadis hasan
5. Qiyas, ini digunakan jika dalam keadaan terpaksa (dharurat).
Imam Hanbali wafat pada hari Jumat 12 Rabi'u al-Awwal tahun 241 H (855 M). Dalam usia 77 tahun. Ia dimakamkan di Pekuburan Bab Harb di Kota Baghdad. mazhabnya berkembang di Mesir, Bahrain, Dailam dan Rahab. Sedikit berkembang di Hijaz, bahkan di Mesir pun semakin habis, ditinggalkan orang.
Keistimewaan Imam Syafi'i
Dalam hal ibadah ataupun mua'malah warga NU menggunakan pendekatan mazhab Syafi'i, bahkan dalam praktik amaliah kehidupan sehari-hari mereka senantiasa berpedoman pada mazhab Syafi'i atau Syafi'iyah. Tanpa mengurangi keistimewaan dan kelebihan Imam-iman Mazhab yang lain, berikut disampaikan sekilas keistimewaan dari Imam Syafi'i
1. Beliau tergolong keturunan Nabi Muhammad Saw.
2. Ketika berusia antara 9-10 tahun ia telah hafal al-Quran berikut tafsirnya.
3. Termasuk orang yang dhabit, kuat hafalannya
4. Pada usia 15 tahun menjadi mufti di Kota Makkah
5. Hafal ribuan hadis berikut asbabul wurudnya
6. Pengembara ilmu pengetahuan
7. Sangat fleksibel dalam mengambil ketentuan hukum, tercermin dari istilah qaul qadim dan qaul jadid yang dicetuskannya.
8. Paling banyak pengikutnya di dunia
9. Mujtahid Mutlak Mustaqil dalam dunia fiqh.
Imam Maliki wafat pada hari Ahad tanggal 10 Rabi'u al-Awwal tahun 179 H (798 M), dalam usia 87 tahun. Dimakamkan di Baqi' Madinah. Mazhabnya tersebar dan berkembang di Maroko, Algers, Tunisia, Tripoli, Libya, juga sebagian di Irak, Palestina, Hijaz dan lain-lain.
3. Imam Syafi'i
Imam Syafi'i dilahirkan di Ghuzah daerah Palestina - Syam - Asqalan bulan Rajab tahun 150 H (767 M). Saat kelahiran Beliau di tahun yang sama bertepatan wafatnya Imam Hanafi di Baghdad. Nama lengkap Beliau adalah Muhammad bin Idris bin Abbas bin Utsman bin Syafi' bin Saib bin Abdu Yazid bin Hasyim bin Abdul Muthalib bin Abdul Manaf. Beliau keturunan bangsa Arab Quraisy dan satu marga dengan Rasulullah pada Abdul Muththalib (kakek Nabi Saw).
Para guru Imam Syafi'i yang terkenal di Makkah yaitu; Imam Muslim bin Khalid, Imam Ibrahim bin Sa'id, Sufyan bin Uyainah. Di Madinah yaitu, Malik bin Anas, ditambah yang lain seperti Ibrahim bin Muhammad, Yahya bin Hasan, Fudlail bin Tyadh dan Muhammad bin Syafi'
Kitab-Kitab karangan Imam Syafi'i di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Al-Risalah berisi tentang ushul al-Fiqh
2. Al-Um
3. Ikhtilaf Al-Hadis
4. Al-Musnad
5. Al-Fiqih
6. Al-Mukhtasharu al-Kabir/Shaghir/Al-Fara'idl.
7. Al-Jami'u al-Kabir dan lain-lain.
Dasar-dasar hukum Mazhab Imam Syafi'i
1. Al-Quran
2. As-Sunnah
3. Ijma'
4. Qiyas
5. Istidlal (mencari alasan berdasarkan kaidah-kaidah agama meskipun dari agama ahli kitab/Yahudi dan Nasrani).
Imam Syafi'i wafat pada hari Kamis 29 Rajab tahun 204 H (820 M). Dimakamkan dipekuburan Banu Zahrah, tepatnya di Qarafah Shughra di bawah kaki gunung "Al-Muqaththam" Mesir.
Mazhab Imam Syafi'i tersebar dan berkembang di Mesir, Palestina, Armenia, Ceylon, Persia, Tiongkok, Philipina, Indonesia, Australia, Hijaz, Kurdi, Yaman, Hadramaut, Aden dan lain-lain.
4. Imam Hanbali
Ia dilahirkan di Baghdad bulan Rabi'u al-Awwal 164 H (780 M). Nama lengkapnya iajh Ahmad bin Muhammad al-Syaibani. Silsilah nasabnya bersambung kepada Rasulullah Saw, baik dari garis ayah maupun ibunya.
Imam Hanbali belajar dan mencari ilmu agama kepada guru dan para ulama di Baghdad, sebagai wilayah pusat para intelektual Islam. Ia berguru kepada Ismail bin Aliyyah, Hasyim bin Basyir, Hanad bin Khalid, Manshur bin Salamah, Mudaffar bin Mudrik dan lain-lain. Mereka terdiri dari ahli fiqih, ahli ushul, ahli kalam, ahli tafsir, ahli hadis, ahli tarikh dan ahli bahasa.
Kitab karangannya yang terkenal hingga saat ini adalah Al-Musnad. Berisi kumpulan hadis sebanyak 40.000 Hadits. Selain itu beliau menulis Tafsir Al-Quran, Kitab Nasikh Mansukh. Kitab Al-Muqaddan wa al-Muakhkhar fi al-Quran. Kitab jawabatu al-Quran, Kitab Al-Tarikh, Kitab Manasik al-Kabir, Kitab al-Illah, Kitab al-Wara'i, dan Kitab Al-Shalah.
Dasar-dasar hukum mazhab Imam Hanbali:
1. Nash al-Quran dan Sunnah Nabi yang Shahih.
2. Fatwa para sahabat Nabi
3. Fatwa para sahabat yang masih dalam perselisihan, diambil yang paling dekat dengan al-Quran.
4. Hadits mursal, hadis dha'if dan hadis hasan
5. Qiyas, ini digunakan jika dalam keadaan terpaksa (dharurat).
Imam Hanbali wafat pada hari Jumat 12 Rabi'u al-Awwal tahun 241 H (855 M). Dalam usia 77 tahun. Ia dimakamkan di Pekuburan Bab Harb di Kota Baghdad. mazhabnya berkembang di Mesir, Bahrain, Dailam dan Rahab. Sedikit berkembang di Hijaz, bahkan di Mesir pun semakin habis, ditinggalkan orang.
Keistimewaan Imam Syafi'i
Dalam hal ibadah ataupun mua'malah warga NU menggunakan pendekatan mazhab Syafi'i, bahkan dalam praktik amaliah kehidupan sehari-hari mereka senantiasa berpedoman pada mazhab Syafi'i atau Syafi'iyah. Tanpa mengurangi keistimewaan dan kelebihan Imam-iman Mazhab yang lain, berikut disampaikan sekilas keistimewaan dari Imam Syafi'i
1. Beliau tergolong keturunan Nabi Muhammad Saw.
2. Ketika berusia antara 9-10 tahun ia telah hafal al-Quran berikut tafsirnya.
3. Termasuk orang yang dhabit, kuat hafalannya
4. Pada usia 15 tahun menjadi mufti di Kota Makkah
5. Hafal ribuan hadis berikut asbabul wurudnya
6. Pengembara ilmu pengetahuan
7. Sangat fleksibel dalam mengambil ketentuan hukum, tercermin dari istilah qaul qadim dan qaul jadid yang dicetuskannya.
8. Paling banyak pengikutnya di dunia
9. Mujtahid Mutlak Mustaqil dalam dunia fiqh.
Mengenal Imam-Imam Mazhab
Madzhab menurut makna lughat ialah "thariqat" (jalan), sedangkan menurut istilah ialah pendapat seorang mujtahid tentang hukum sesuatu dimana pendapat itu digali dari al Qur'an dan al Hadits dengan kekuatan ijtihadnya.
NU mengenal dan memahami ulama-ulama mazhab yang sering menjadi perbincangan di kalangan tokoh dan masyarakat NU. Bahkan sudah menjadi kewajiban kaum nahdliyin untuk mengikuti fatwa dan hasil ijtihadnya.
Para imam madzhab dalam bidang fiqh jumlahnya banyak sekali, karena para mujtahidnya juga banyak, baik mujtahid dari kalangan shahabat sampai kalangan tabi'in. Akan tetapi pada akhir abad ke-12 H madzhab-madzhab yang mempunyai pengikut tinggal hanya sebelas, yaitu:
1. Madzhab Imam Abu Hanafi
2. Madzhab Imam Maliki
3. Madzhab Imam Syafi'i
4. Madzhab Imam Ahmad ibn Hanbal
5. Madzhab Shofyan Ats Tsauri
6. Madzhab Shofyan bin Uyainah
7. Madzhab Al Lais bin Sa'ad
8. Madzhab Ishaq Ibnu Rohayah
9. Madzhab Ibnu Jarir
10. Madzhab Dawud Azh Zhohiri
11. Madzhab Al Auza'i
NU dengan Qonun Asasy-nya mewajibkan umatnya untuk mengikuti madzhab empat, yaitu: Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. Mereka adalah sebagai berikut:
1. Imam Hanafi
Ia dilahirkan di Kota Kufah pada tahun 80 hijrah bertepatan tahun 699 Masehi. Secara lengkap ia bernama Nu'man bin Tsabit bin Tsauta bin Mah. Beliau tidak termasuk keturunan bangsa Arab asli, tetapi dari bangsa 'Ajam (selain bangsa Arab). Di kalangan ulama fiqh ia dikenal dengan sebutan pendek Imam Abu Hanifah. Disebut demikian karena berbagai alasan, antara lain:
1. Ia tergolong orang yang rajin melakukan ibadah kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan kewajiban agamanya.
2. Ia senantiasa condong atau cenderung kepada agama Islam yang benar, sebab menurut bahasa Arab kata Hanif berarti cenderung atau condong.
3. Ia termasuk orang yang "cinta dengan tinta."Perkataan hanifah dalam bahasa Iraq berarti dawat atau tinta.
Sejak kecil Imam Hanafi sangat suka kepada ilmu pengetahuan. Ia pernah bertemu dan berguru langsung dengan tujuh sahabat Nabi Saw, yakni: Sahabat Anas bin Malik, Abdullah bin Harits, Abdullah bin Abi Aufa, Watsilah bin al-Asqa', Ma'qil bin Yasar, Abdullah bin Anis, dan Abu Wafa'ir (Amir bin Watsilah).
Menurut ahli riwayat ia berguru kepada para ulama yang masih tergolong tabi'in (orang yang hidup pada masa periode sahabat). Antara lain yaitu, Atha' bin Abi Rabah (w. 144 H), Nafi' maula ibn Umar (w. 177 H). Di bidang fiqh ia berguru kepada seorang bernama Imam Hammad bin Abi Sulaiman (w. 120 H) selama 18 tahun. Ia juga berguru kepada: Imam Muhammad al-Baqir, Adi bin Tsabit, Abdurrahman bin Harmas, Amr bin Dinar, Manshur bin Mu'tamir, Syu'ba bin Hajjaj, Ashin bin Najwad, Salamah bin Khufa'il, Imam Qatadah, Rabi'ah bin Abi Abdurrahman dan lain-lain.
Para ulama Hanafiyah membagi kitab-kitab Imam Hanafi menjadi 3 tingkatan. Pertama disebut "Masa ilul Ushul", kedua, "Masa'il al-Nawadir" dan yang ketiga, "Al-Fatawa Wa al-Waqi'at." Tingkatan Masa'il al-Ushul, mencakup 6 kitab yang kemudian terkenal dengan kitab Al-Kafi, selanjutnya disyarah oleh Imam Muhammad bin Muhammad bin Sahal Al-Sarkhasy (w. 490 H) diberi nama "Al Mabsuth." Sedangkan yang termasuk tingkatan "Masa'il al-Nawadir" merupakan kumpulan kitab dari "Haruniyyat", "Jurjaniyyat","Kaisaniyyat", ketiganya disusun oleh Imam Muhammad bin Hasan. Ditambah dengan kitab "Al-Mujarrat" oleh Imam Hasan bin Ziyad. Adapun kitab Al-Fatawa Wa al-Waqi'at tersebut merupakan modifikasi ulama Hanafiah yang datang kemudian, dan isinya merupakan kumpulan jawaban dari berbagai pertanyaan yang berkembang saat itu (seperti Kitab Ahkam al-Fuqaha'nya NU).
Dasar-dasar mazhab Imam Hanafi adalah sebagai berikut:
1. Al-Quran al-Karim
2. Sunnah Rasulullah Saw dan atsar-atsar yang shahih dan masyhur di antara para ulama yang ahli.
3. Fatwa-fatwa dari para sahabat
4. Qiyas
5. Istihsan
6. Adat yang telah berlaku dalam masyarakat umat Islam.
Imam Hanafi wafat pada bulan Rajab tahun 150 Hijrah (767 M) dalam usia 70 tahun dengan tidak meninggalkan keturunan kecuali anak laki-laki bernama Hammad.
Mazhab Imam Hanafi tersebar dan berkembang di Syam, Iraq, India, Afganistan, Kaukaus, Turki, Balkan dan di sebagian penduduk Turki Usmany dan Albania.
2. Imam Maliki
Ia dilahirkan di Kota Madinah, Hijaz pada tahun 93 Hijrah (712 M). Nama beliau sejak kecil adalah Malik bin Anas bin Malik bin Abi 'Amir al-Ashbahy. Ia keturunan bangsa Arab. Nama Anas bin Malik ini bukan sahabat Rasulullah yang terkenal itu. Ayah Imam Maliki itu tergolong tabi'in, sedang kakeknya tergolong sahabat.
Para Ulama yang menjadi guru beliau ini yang paling terkenal dan lama ialah Abdurrahman bin Harmaz. Bidang fiqh ia berguru kepada Rabi'ah Ar-Ra'yi (w. 136 H). Ilmu Hadis berguru kepada Imam Nafi' maula ibnu Umar (w. 117 H), dan juga berguru kepada Imam Ibnu Syaibah Az-Zuhry (w. 124 H). Dan masih banyak lagi guru-guru beliau di Arab.
Kitab karangannya yang sangat terkenal hingga saat ini adalah Al-Muwaththa yang berisi hadits-hadits dan riwayat-riwayat. Karena begitu hebatnya isi kandungan kitab ini, Imam Al-Manshur dan Ar-Rasyid memerintahkan kepada umat Islam supaya kitab ini menjadi rujukan dan pedoman bagi semua umat Islam, di samping kitab suci Al Quran.
Dasar-dasar hukum yang dijadikan rujukan oleh Imam Maliki adalah sebagai berikut:
1. Al-Quran
2. Sunnah Rasul yang dia pandang sah.
3. Ijma'para ulama ahli Madinah
4. Qiyas
5. Istislah atau Mashalihul Mursalah (mengekalkan apa yang telah ada karena ketiadaan yang mengubahkan hukum, atau
Madzhab menurut makna lughat ialah "thariqat" (jalan), sedangkan menurut istilah ialah pendapat seorang mujtahid tentang hukum sesuatu dimana pendapat itu digali dari al Qur'an dan al Hadits dengan kekuatan ijtihadnya.
NU mengenal dan memahami ulama-ulama mazhab yang sering menjadi perbincangan di kalangan tokoh dan masyarakat NU. Bahkan sudah menjadi kewajiban kaum nahdliyin untuk mengikuti fatwa dan hasil ijtihadnya.
Para imam madzhab dalam bidang fiqh jumlahnya banyak sekali, karena para mujtahidnya juga banyak, baik mujtahid dari kalangan shahabat sampai kalangan tabi'in. Akan tetapi pada akhir abad ke-12 H madzhab-madzhab yang mempunyai pengikut tinggal hanya sebelas, yaitu:
1. Madzhab Imam Abu Hanafi
2. Madzhab Imam Maliki
3. Madzhab Imam Syafi'i
4. Madzhab Imam Ahmad ibn Hanbal
5. Madzhab Shofyan Ats Tsauri
6. Madzhab Shofyan bin Uyainah
7. Madzhab Al Lais bin Sa'ad
8. Madzhab Ishaq Ibnu Rohayah
9. Madzhab Ibnu Jarir
10. Madzhab Dawud Azh Zhohiri
11. Madzhab Al Auza'i
NU dengan Qonun Asasy-nya mewajibkan umatnya untuk mengikuti madzhab empat, yaitu: Hanafi, Maliki, Syafi'i dan Hanbali. Mereka adalah sebagai berikut:
1. Imam Hanafi
Ia dilahirkan di Kota Kufah pada tahun 80 hijrah bertepatan tahun 699 Masehi. Secara lengkap ia bernama Nu'man bin Tsabit bin Tsauta bin Mah. Beliau tidak termasuk keturunan bangsa Arab asli, tetapi dari bangsa 'Ajam (selain bangsa Arab). Di kalangan ulama fiqh ia dikenal dengan sebutan pendek Imam Abu Hanifah. Disebut demikian karena berbagai alasan, antara lain:
1. Ia tergolong orang yang rajin melakukan ibadah kepada Allah dan bersungguh-sungguh dalam mengerjakan kewajiban agamanya.
2. Ia senantiasa condong atau cenderung kepada agama Islam yang benar, sebab menurut bahasa Arab kata Hanif berarti cenderung atau condong.
3. Ia termasuk orang yang "cinta dengan tinta."Perkataan hanifah dalam bahasa Iraq berarti dawat atau tinta.
Sejak kecil Imam Hanafi sangat suka kepada ilmu pengetahuan. Ia pernah bertemu dan berguru langsung dengan tujuh sahabat Nabi Saw, yakni: Sahabat Anas bin Malik, Abdullah bin Harits, Abdullah bin Abi Aufa, Watsilah bin al-Asqa', Ma'qil bin Yasar, Abdullah bin Anis, dan Abu Wafa'ir (Amir bin Watsilah).
Menurut ahli riwayat ia berguru kepada para ulama yang masih tergolong tabi'in (orang yang hidup pada masa periode sahabat). Antara lain yaitu, Atha' bin Abi Rabah (w. 144 H), Nafi' maula ibn Umar (w. 177 H). Di bidang fiqh ia berguru kepada seorang bernama Imam Hammad bin Abi Sulaiman (w. 120 H) selama 18 tahun. Ia juga berguru kepada: Imam Muhammad al-Baqir, Adi bin Tsabit, Abdurrahman bin Harmas, Amr bin Dinar, Manshur bin Mu'tamir, Syu'ba bin Hajjaj, Ashin bin Najwad, Salamah bin Khufa'il, Imam Qatadah, Rabi'ah bin Abi Abdurrahman dan lain-lain.
Para ulama Hanafiyah membagi kitab-kitab Imam Hanafi menjadi 3 tingkatan. Pertama disebut "Masa ilul Ushul", kedua, "Masa'il al-Nawadir" dan yang ketiga, "Al-Fatawa Wa al-Waqi'at." Tingkatan Masa'il al-Ushul, mencakup 6 kitab yang kemudian terkenal dengan kitab Al-Kafi, selanjutnya disyarah oleh Imam Muhammad bin Muhammad bin Sahal Al-Sarkhasy (w. 490 H) diberi nama "Al Mabsuth." Sedangkan yang termasuk tingkatan "Masa'il al-Nawadir" merupakan kumpulan kitab dari "Haruniyyat", "Jurjaniyyat","Kaisaniyyat", ketiganya disusun oleh Imam Muhammad bin Hasan. Ditambah dengan kitab "Al-Mujarrat" oleh Imam Hasan bin Ziyad. Adapun kitab Al-Fatawa Wa al-Waqi'at tersebut merupakan modifikasi ulama Hanafiah yang datang kemudian, dan isinya merupakan kumpulan jawaban dari berbagai pertanyaan yang berkembang saat itu (seperti Kitab Ahkam al-Fuqaha'nya NU).
Dasar-dasar mazhab Imam Hanafi adalah sebagai berikut:
1. Al-Quran al-Karim
2. Sunnah Rasulullah Saw dan atsar-atsar yang shahih dan masyhur di antara para ulama yang ahli.
3. Fatwa-fatwa dari para sahabat
4. Qiyas
5. Istihsan
6. Adat yang telah berlaku dalam masyarakat umat Islam.
Imam Hanafi wafat pada bulan Rajab tahun 150 Hijrah (767 M) dalam usia 70 tahun dengan tidak meninggalkan keturunan kecuali anak laki-laki bernama Hammad.
Mazhab Imam Hanafi tersebar dan berkembang di Syam, Iraq, India, Afganistan, Kaukaus, Turki, Balkan dan di sebagian penduduk Turki Usmany dan Albania.
2. Imam Maliki
Ia dilahirkan di Kota Madinah, Hijaz pada tahun 93 Hijrah (712 M). Nama beliau sejak kecil adalah Malik bin Anas bin Malik bin Abi 'Amir al-Ashbahy. Ia keturunan bangsa Arab. Nama Anas bin Malik ini bukan sahabat Rasulullah yang terkenal itu. Ayah Imam Maliki itu tergolong tabi'in, sedang kakeknya tergolong sahabat.
Para Ulama yang menjadi guru beliau ini yang paling terkenal dan lama ialah Abdurrahman bin Harmaz. Bidang fiqh ia berguru kepada Rabi'ah Ar-Ra'yi (w. 136 H). Ilmu Hadis berguru kepada Imam Nafi' maula ibnu Umar (w. 117 H), dan juga berguru kepada Imam Ibnu Syaibah Az-Zuhry (w. 124 H). Dan masih banyak lagi guru-guru beliau di Arab.
Kitab karangannya yang sangat terkenal hingga saat ini adalah Al-Muwaththa yang berisi hadits-hadits dan riwayat-riwayat. Karena begitu hebatnya isi kandungan kitab ini, Imam Al-Manshur dan Ar-Rasyid memerintahkan kepada umat Islam supaya kitab ini menjadi rujukan dan pedoman bagi semua umat Islam, di samping kitab suci Al Quran.
Dasar-dasar hukum yang dijadikan rujukan oleh Imam Maliki adalah sebagai berikut:
1. Al-Quran
2. Sunnah Rasul yang dia pandang sah.
3. Ijma'para ulama ahli Madinah
4. Qiyas
5. Istislah atau Mashalihul Mursalah (mengekalkan apa yang telah ada karena ketiadaan yang mengubahkan hukum, atau
Minggu, 11 Maret 2012
ASAS PENDIDIKAN JASMANI
Penjas diperlukan disemua jenjang pendidikan terutama pada jenjang sekolah dasar (SD) karena pada masa usia sekolah dasar, pertumbuhan dan perkembangan anak disebut sebagai usia emas dan pada masa itu keadaan fisik maupun seluruh kemampuannya sedang tumbuh dan berkembang.
Beley dan Field (dalam Suranto, dkk., 1994) mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai proses yang menguntungkan dalam penyesuaian dari belajar gerak, neuro-muscular, intelektual, sosial, kebudayaan, baik emosional dan etika sebagai akibat yang timbul sesuai pilihannya melalui aktivitas fisik yang menggunakan sebagaian besar otot tubuh.
Willian, Brownell dan Vernier mengindikasikan bahwa dalam penjas kegiatan-kegiatan jasmani tertentu yang terpilih akan dapat membentuk sikap yang berguna bagi pelaku (dalam Aip Syarifuddin dan Muladi, 1993).
J.B. Nash mendefinisikan penjas sebagai sebuah aspek dari proses pendidikan keseluruhan dengan menggunakan/menekankan pada aktivitas fisik yang mengembangkan fitness, fungsi organ tubuh, kontrol neuro-muscular, kekuatan intelektual, dan pengendalian emosi. (dalam Suranto, dkk., 1994)
Pendidikan jasmani yang merupakan bagian pendidikan keseluruhan pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang melibatkan interaksi antara anak didik dengan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani secara sistematik untuk meningkatkan keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan sosial.(Cholik dan Lutan, 1997).
Definisi Cholik dan Lutan (1997) adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kebugaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonir dalam rangka membentuk manusia indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan pancasila.
Lutan (2004), penjas pada usia SD ibarat tanah liat dan mereka siap dibentuk, karena proses tumbuh kembang kemampuan gerak anak.
.
B. Nilai-nilai sosial pendidikan jasmani
penjas bertujuan untuk aspek fisik, mental, emosi, dan sosial pada setiap individu ke arah yang positif. Domain kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan fisik) dan afektif (sikap) yang di peroleh melalui pelajaran penjas.
.
Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan prinsip-prinsip kebiasaan hidup sehat. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan kepribadian ke arah yang diinginkan, melalui situasi emosi yang terjadi dan tekanan penggemar. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan sikap kooperatif/kerjasama. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan apresiasi dan pemeliharaan kehidupan keluarga. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan sikap untuk melaksanakan demokrasi di rumah.
Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan watak untuk patuh terhadap pelaksanaan UU.
.
C. Filsafat pendidikan jasmani
Filsafat adalah merupakan pegangan hidup untuk mencari fakta-fakta yang nyata dan nilai-nilai kehidupan dengan alam dunia, dan mengevaluasi serta menginterpretasi fakta dan nilai tersebut dengan pemikiran yang jujur(Sukintaka, 1992).
.
.Filsafat penjas memiliki komponen-komponen utama :
1. Metafisika, mengkaji kenyataan dari sesuatu yang berkaitan dengan manusia dan alam dunia.
.
.
.d. Usia fisiologis anak merupakan pertimbangan penting dalam menentukan jenis program pendidikan jasmani yang paling sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan individu.
e. Kegiatan yang melibatkan otot-otot besar adalah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan untuk anak yang normal.
f. Bagian tubuh yang bermacam-macam tumbuh pada kecepatan yang berbeda.
g. Pertumbuhan dan perkembangan intelektual, emosional, dan sosial siswa ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan gerak.
h. Program pembelajaran keterampilan memperhitungkan tingkat kematangan anak.
i. Penyakit, malnutrisi, dan kurangnya latihan merupakan sebab utama terjadinya penyimpangan pertumbuhan pada anak.
j. Keterampilan yang dipergunakan dalam kehidupan dewasa lebih sering dikuasai pada masa kanak-kanak.
k. Penguasaan keterampilan membantu anak, yang kikuk mendapatkan kepuasan dan keriangan melalui keikutsertaan dalam kegiatan olahraga.
i. Anak laki dan anak perempuan hanya berpartisipasi dalam program penjas yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka dan kondisi fisiologisnya.
.
B. Kebutuhan anak
1. Kebutuhan dasar anak-anak
2. Kebutuhan gerak
3. Kebutuhan untuk berhasil dan di hargai
4. Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, dan kemampuan sosial
5. Kebutuhan untuk bekerjasama dan bersaing
6. Kebutuhan akan kesegaran jasmani dan tampil menarik
7. Kebutuhan untuk berpetualang
8. Kebutuhan akan rasa kreatif
9. Kebutuhan akan irama
10. Kebutuhan rasa ingin tahu
Penjas diperlukan disemua jenjang pendidikan terutama pada jenjang sekolah dasar (SD) karena pada masa usia sekolah dasar, pertumbuhan dan perkembangan anak disebut sebagai usia emas dan pada masa itu keadaan fisik maupun seluruh kemampuannya sedang tumbuh dan berkembang.
Beley dan Field (dalam Suranto, dkk., 1994) mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai proses yang menguntungkan dalam penyesuaian dari belajar gerak, neuro-muscular, intelektual, sosial, kebudayaan, baik emosional dan etika sebagai akibat yang timbul sesuai pilihannya melalui aktivitas fisik yang menggunakan sebagaian besar otot tubuh.
Willian, Brownell dan Vernier mengindikasikan bahwa dalam penjas kegiatan-kegiatan jasmani tertentu yang terpilih akan dapat membentuk sikap yang berguna bagi pelaku (dalam Aip Syarifuddin dan Muladi, 1993).
J.B. Nash mendefinisikan penjas sebagai sebuah aspek dari proses pendidikan keseluruhan dengan menggunakan/menekankan pada aktivitas fisik yang mengembangkan fitness, fungsi organ tubuh, kontrol neuro-muscular, kekuatan intelektual, dan pengendalian emosi. (dalam Suranto, dkk., 1994)
Pendidikan jasmani yang merupakan bagian pendidikan keseluruhan pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang melibatkan interaksi antara anak didik dengan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani secara sistematik untuk meningkatkan keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan sosial.(Cholik dan Lutan, 1997).
Definisi Cholik dan Lutan (1997) adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kebugaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonir dalam rangka membentuk manusia indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan pancasila.
Lutan (2004), penjas pada usia SD ibarat tanah liat dan mereka siap dibentuk, karena proses tumbuh kembang kemampuan gerak anak.
.
B. Nilai-nilai sosial pendidikan jasmani
penjas bertujuan untuk aspek fisik, mental, emosi, dan sosial pada setiap individu ke arah yang positif. Domain kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan fisik) dan afektif (sikap) yang di peroleh melalui pelajaran penjas.
.
Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan prinsip-prinsip kebiasaan hidup sehat. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan kepribadian ke arah yang diinginkan, melalui situasi emosi yang terjadi dan tekanan penggemar. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan sikap kooperatif/kerjasama. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan apresiasi dan pemeliharaan kehidupan keluarga. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan sikap untuk melaksanakan demokrasi di rumah.
Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan watak untuk patuh terhadap pelaksanaan UU.
.
C. Filsafat pendidikan jasmani
Filsafat adalah merupakan pegangan hidup untuk mencari fakta-fakta yang nyata dan nilai-nilai kehidupan dengan alam dunia, dan mengevaluasi serta menginterpretasi fakta dan nilai tersebut dengan pemikiran yang jujur(Sukintaka, 1992).
.
.Filsafat penjas memiliki komponen-komponen utama :
1. Metafisika, mengkaji kenyataan dari sesuatu yang berkaitan dengan manusia dan alam dunia.
.
.
.d. Usia fisiologis anak merupakan pertimbangan penting dalam menentukan jenis program pendidikan jasmani yang paling sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan individu.
e. Kegiatan yang melibatkan otot-otot besar adalah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan untuk anak yang normal.
f. Bagian tubuh yang bermacam-macam tumbuh pada kecepatan yang berbeda.
g. Pertumbuhan dan perkembangan intelektual, emosional, dan sosial siswa ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan gerak.
h. Program pembelajaran keterampilan memperhitungkan tingkat kematangan anak.
i. Penyakit, malnutrisi, dan kurangnya latihan merupakan sebab utama terjadinya penyimpangan pertumbuhan pada anak.
j. Keterampilan yang dipergunakan dalam kehidupan dewasa lebih sering dikuasai pada masa kanak-kanak.
k. Penguasaan keterampilan membantu anak, yang kikuk mendapatkan kepuasan dan keriangan melalui keikutsertaan dalam kegiatan olahraga.
i. Anak laki dan anak perempuan hanya berpartisipasi dalam program penjas yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka dan kondisi fisiologisnya.
.
B. Kebutuhan anak
1. Kebutuhan dasar anak-anak
2. Kebutuhan gerak
3. Kebutuhan untuk berhasil dan di hargai
4. Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, dan kemampuan sosial
5. Kebutuhan untuk bekerjasama dan bersaing
6. Kebutuhan akan kesegaran jasmani dan tampil menarik
7. Kebutuhan untuk berpetualang
8. Kebutuhan akan rasa kreatif
9. Kebutuhan akan irama
10. Kebutuhan rasa ingin tahu
1. Pengetahuan tentang ketangkasan dan keterbatasan fisik seseorang dan bagaimana menyelaraskannya.
2. Keyakinan terhadap kemampuan motorik dan body mekanik dari aktivitas hidup.
3. Penyesuaian diri terhadap tuntutan dan keinginan kelompok dalam menerima tugas yang di tentukan kelompok.
4.Paham dan hormat terhadap fair play dan terhadap pertimbangan kelemahan atau hasil yang berlawanan.
5. Hormat terhadap kekuasaan yang telah dilimpahkan kepada kapten tim, panitia perlombaan, pelatih, atau kepala sekolah.
6. Orang dewasa dapat berpartisipasi dalam keterampilan, pengetahuan, dan perhatian terhadap beberapa olahraga rekreasi.
7. Mengerti terhapap maksud nilai-nilai fisik penjas.
8. Suatu kondisi optimal dari kebugaran jasmani dalam hal kekuatan, kecepatan, kelincahan dan daya tahan.
9. Suatu kesempatan untuk berapresiasi dan merupakan program yang dibutuhkan bagi masyarakat untuk memelihara kesehatan dan kebugaran.
10. Pengalaman dalam pendidikan bersama terhadap kegiatan rekreasi yang bersifat aktif dan setengah aktif.
11. Pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk latihan-latihan fisik.
12. Pengetahuan mekanis keterampilan olahraga.
13. Memahami olahraga sebagai warisan dan menempatkannya dalam kebudayaan.
14. Pengalaman dalam memimpin teman.
.
Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak di kelompokkan dalam berbagai cara berdasarkan usia. Cara yang paling umum adalah penaksiran berdasarkan usia kronologis, anatomis, fisiologis, dan mental.
Antara anak laki dan anak perempuan ada perbedaan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Di samping terjadinya perbedaan pertumbuhan tinggi dan berat badan, juga terjadi perubahan-perubahan khusus. Perkembangan kemampuan fisik yang cukup besar adalah kekuatan. Kecenderungan pertumbuhan fisik ke arah tipe tubuh tertentu sudah mulai tampak. Dengan demikian tingkat kemampuan fisik pada anak SD mulai tampak bervariasi.
.
Prinsip umum berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan.
a. Anak yang normal memerlukan 2 hingga 6 jam kegiatan dalam satu hari.
b. Di samping karena pengaruh bawaan dan lingkungan bernutrisi, sistem organis tubuh manusia hanya dapat berkembang melalui kegiatan yang merangsang otot.
c. Karena kelembutan tulang anak kecil, perhatian khusus harus diberikan pada pencegahan keabnormalan postur tubuh.
2. Keyakinan terhadap kemampuan motorik dan body mekanik dari aktivitas hidup.
3. Penyesuaian diri terhadap tuntutan dan keinginan kelompok dalam menerima tugas yang di tentukan kelompok.
4.Paham dan hormat terhadap fair play dan terhadap pertimbangan kelemahan atau hasil yang berlawanan.
5. Hormat terhadap kekuasaan yang telah dilimpahkan kepada kapten tim, panitia perlombaan, pelatih, atau kepala sekolah.
6. Orang dewasa dapat berpartisipasi dalam keterampilan, pengetahuan, dan perhatian terhadap beberapa olahraga rekreasi.
7. Mengerti terhapap maksud nilai-nilai fisik penjas.
8. Suatu kondisi optimal dari kebugaran jasmani dalam hal kekuatan, kecepatan, kelincahan dan daya tahan.
9. Suatu kesempatan untuk berapresiasi dan merupakan program yang dibutuhkan bagi masyarakat untuk memelihara kesehatan dan kebugaran.
10. Pengalaman dalam pendidikan bersama terhadap kegiatan rekreasi yang bersifat aktif dan setengah aktif.
11. Pengetahuan dan keterampilan dalam bentuk latihan-latihan fisik.
12. Pengetahuan mekanis keterampilan olahraga.
13. Memahami olahraga sebagai warisan dan menempatkannya dalam kebudayaan.
14. Pengalaman dalam memimpin teman.
.
Pertumbuhan dan perkembangan fisik anak di kelompokkan dalam berbagai cara berdasarkan usia. Cara yang paling umum adalah penaksiran berdasarkan usia kronologis, anatomis, fisiologis, dan mental.
Antara anak laki dan anak perempuan ada perbedaan dalam pertumbuhan dan perkembangan. Di samping terjadinya perbedaan pertumbuhan tinggi dan berat badan, juga terjadi perubahan-perubahan khusus. Perkembangan kemampuan fisik yang cukup besar adalah kekuatan. Kecenderungan pertumbuhan fisik ke arah tipe tubuh tertentu sudah mulai tampak. Dengan demikian tingkat kemampuan fisik pada anak SD mulai tampak bervariasi.
.
Prinsip umum berkaitan dengan pertumbuhan dan perkembangan.
a. Anak yang normal memerlukan 2 hingga 6 jam kegiatan dalam satu hari.
b. Di samping karena pengaruh bawaan dan lingkungan bernutrisi, sistem organis tubuh manusia hanya dapat berkembang melalui kegiatan yang merangsang otot.
c. Karena kelembutan tulang anak kecil, perhatian khusus harus diberikan pada pencegahan keabnormalan postur tubuh.
2. Epistemlogi, berkaitan .Dengan metode untuk mendapatkan pengetahuan dan macam pengetahuan yang dapat diperoleh. Ilmu pengetahuan yang mencakup sumber-sumber, otoritas,prinsip, Keterbatasan, dan validitas pengetahuan dikaji secara komprehensif. Dalam pendidikan jasmani, epistemolagi akan mencari kebeneran tentang peran aktivitas fisik dan pengaruhnya terhadap perkembangan fisik, mental, emosional, dan sosial.
3.Aksiologi, berupaya menentukan untuk kegunaan apakah kebenaran dicari.Ia mempertanyakan: bagaimanakah menentukan apakah sesuatu memiliki nilai, dan kriteria apakah yang digunakan sebagai dasar penilaiannya? Aksiologi yang mengkaji tujuan dan nilai dari masyarakat sangat penting dalam pendidikan jasmani, karena tujuan dan nilai yang terjadi di masyarakat akan menjadi basis kurikulum yang digunakan di sekolah. Pertanyaan lebih lanjut, bagaimanakah nilah-nilai dalam masyarakat tersebut tercakup dalam program pendidikan jasmani?
4. Etika, membantu untuk mendefinisikan karakter moral dan menyediakan kode etik tingkah laku bagi seseorang.Etika mencoba menjawab pertanyaan: apakah standar tertinggi tingkah laku yang harus dicapai? Menumbuhkan budi perkerti sesuai standar tingkah laku merupakan fungsi pendidikan jasmani bagaimanakah permainan dan pertandingan olahraga dapat digunakan untuk belajar perilaku yang dapat diterima? Apakah pendidikan watak dapat dimungkinkan melalui penjas?
5. Logika, berupaya menyediakan metode hidup dan berpikir secara sehat dan inteligen bagi manusia.
6. Estetika adalah pengkajian dan penentuan kriteria tentang keindahan alam dan dunia seni, termasuk tari, drama, patung, lukis, musik dan sastra.
.
.Filsafat pendidikan jasmani mempunyai dua fungsi yaitu, sintesis dan analitis. Filsafat dari fungsi sintesis, yaitu untuk menyusun hipotesis yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengenali hakikat individu dengan pengalamannya, dan filsafat dalam fungsi analitis, berfungsi untuk menentukan konsep-konsep kunci dalam bidang pendidikan jasmani, dan sekaligus mempelajari metode penelitian dalam bidang penjas.
.
.Nilai-nilai sosial penjas dapat dilihat dari peranannya sebagai wahana untuk mendidik anak dan masyarakat untuk mejaga kesehatan. Dengan berolahraga dalam kdrangka penjas diajarkan nilai kerjasama, solidaritas, saling menghargai, sportivitas serta membina fisik, mental, emosi, dan sosial pada setiap individu ke arah yang positif. Nilai-nilai sosial dapat di tanamkan melalui penjas dalam setiap kegiatan olahraga. Olahraga ini tidak hanya terbatas dalam olahraga prestasi atupun pendidikan tetapi juga termasuk di dalamnya adalah olahraga rekreasi.
.
.Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang melibatkan interaksi antara anak didik dengan lingkungannya yang dikelola melalui aktivitas jasmani untuk meningkatkan keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektif, serta nilai-nilai sosial seperti saling menghargai, kerjasama, berkompetisi dengan sehat, tidak kenal lelah, pantang menyerah. Melalui pemahaman filsafat penjas seseorang akan menentukan pikiran dan mengarahkan tindakan dalam upaya mencapai tujuan penjas.
.
Pendidikan jasmani tidak dapat terpisah dari tujuan pendidikan pada umumnya dan selalu menjaga keseimbangan antara pengembangan jasmani dan rohani. Tujuan pendidikan jasmani adalah pengembangan optimal sesuai dengan kemampuan, minat dan kebutuhan yang melakukan kegiatan dan arahnya kepada perkembangan aspek-aspek fisik, mental dan sosial pada setiap individu.
.
.Dalam UU RI Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional dalam Bab II pasal 4 di sebutkan bahwa : Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
.
.Dr. Delbert Oberteuffer dari Ohio State University (dalam cholik dan Lutan, 1997) memperkenalkan prinsip penjas.
1. Pelaksanaan penjas selalu mengakui pengetahuan dan membuktikan fakta-fakta tentang organisme manusia.
2. Dalam semua penjas ada satu sel tujuan, satu dasar penilaian, dan satu kriteria untuk mengukur manfaat pelaksanaan, bagi kebaikan individual.
3. Dalam penjas terdapat potensi besar untuk belajar menanamkan pantulan pikiran dan kecerdikan memilih.
4.Bahwa dalam mengajar penilaian pada bidang moral-etik, harus direcanakan dan yang mempunyai kepastian jelas bagi keterampilan tersebut.
5. Penjas banyak memberikan ilmu pengetahuan sosial yang hasilnya dapat diukur dalam hubungan dengan tingkah laku kelompok.
6. Bahwa kegiatan dan metode untuk mencapai tujuan-tujuan harus memancarkan kesadaran lebih mementingkan lahiriah, lebih disenangi dari pada bakat individual yang mementingkan diri sendiri.
7.Penjas, jauh dari unsur mengasingkan dan memisahkan diri.
8. Bahwa penjas sebagai profesi berdiri kuat di atas kaki sendiri berdasarkan ilmu pengetahuan, kebudayaan bangsa dan tidak berkewajiban terhadap profesi lain, tetapi siap bekerja sama dengan profesi lain untuk kebaikan manusia.
9. Bahwa dalam penjas yang terutama diinginkan adalah kualitas kepemimpinan yang tinggi seperti halnya pada profesi yang lain.
.
.D. Nilai-nilai dalam penjas
keunggulan lain dari penjas menurut Dr. David K. Brace (dalam Cholik dan Lutan, 1997) adalah seperti nilai-nilai yang tertera di bawah ini :
1. Pengetahuan tentang ketangkasan dan kete
3.Aksiologi, berupaya menentukan untuk kegunaan apakah kebenaran dicari.Ia mempertanyakan: bagaimanakah menentukan apakah sesuatu memiliki nilai, dan kriteria apakah yang digunakan sebagai dasar penilaiannya? Aksiologi yang mengkaji tujuan dan nilai dari masyarakat sangat penting dalam pendidikan jasmani, karena tujuan dan nilai yang terjadi di masyarakat akan menjadi basis kurikulum yang digunakan di sekolah. Pertanyaan lebih lanjut, bagaimanakah nilah-nilai dalam masyarakat tersebut tercakup dalam program pendidikan jasmani?
4. Etika, membantu untuk mendefinisikan karakter moral dan menyediakan kode etik tingkah laku bagi seseorang.Etika mencoba menjawab pertanyaan: apakah standar tertinggi tingkah laku yang harus dicapai? Menumbuhkan budi perkerti sesuai standar tingkah laku merupakan fungsi pendidikan jasmani bagaimanakah permainan dan pertandingan olahraga dapat digunakan untuk belajar perilaku yang dapat diterima? Apakah pendidikan watak dapat dimungkinkan melalui penjas?
5. Logika, berupaya menyediakan metode hidup dan berpikir secara sehat dan inteligen bagi manusia.
6. Estetika adalah pengkajian dan penentuan kriteria tentang keindahan alam dan dunia seni, termasuk tari, drama, patung, lukis, musik dan sastra.
.
.Filsafat pendidikan jasmani mempunyai dua fungsi yaitu, sintesis dan analitis. Filsafat dari fungsi sintesis, yaitu untuk menyusun hipotesis yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengenali hakikat individu dengan pengalamannya, dan filsafat dalam fungsi analitis, berfungsi untuk menentukan konsep-konsep kunci dalam bidang pendidikan jasmani, dan sekaligus mempelajari metode penelitian dalam bidang penjas.
.
.Nilai-nilai sosial penjas dapat dilihat dari peranannya sebagai wahana untuk mendidik anak dan masyarakat untuk mejaga kesehatan. Dengan berolahraga dalam kdrangka penjas diajarkan nilai kerjasama, solidaritas, saling menghargai, sportivitas serta membina fisik, mental, emosi, dan sosial pada setiap individu ke arah yang positif. Nilai-nilai sosial dapat di tanamkan melalui penjas dalam setiap kegiatan olahraga. Olahraga ini tidak hanya terbatas dalam olahraga prestasi atupun pendidikan tetapi juga termasuk di dalamnya adalah olahraga rekreasi.
.
.Pendidikan jasmani adalah proses pendidikan yang melibatkan interaksi antara anak didik dengan lingkungannya yang dikelola melalui aktivitas jasmani untuk meningkatkan keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektif, serta nilai-nilai sosial seperti saling menghargai, kerjasama, berkompetisi dengan sehat, tidak kenal lelah, pantang menyerah. Melalui pemahaman filsafat penjas seseorang akan menentukan pikiran dan mengarahkan tindakan dalam upaya mencapai tujuan penjas.
.
Pendidikan jasmani tidak dapat terpisah dari tujuan pendidikan pada umumnya dan selalu menjaga keseimbangan antara pengembangan jasmani dan rohani. Tujuan pendidikan jasmani adalah pengembangan optimal sesuai dengan kemampuan, minat dan kebutuhan yang melakukan kegiatan dan arahnya kepada perkembangan aspek-aspek fisik, mental dan sosial pada setiap individu.
.
.Dalam UU RI Nomor 2 tahun 1989 tentang sistem pendidikan nasional dalam Bab II pasal 4 di sebutkan bahwa : Pendidikan Nasional bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan YME dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan.
.
.Dr. Delbert Oberteuffer dari Ohio State University (dalam cholik dan Lutan, 1997) memperkenalkan prinsip penjas.
1. Pelaksanaan penjas selalu mengakui pengetahuan dan membuktikan fakta-fakta tentang organisme manusia.
2. Dalam semua penjas ada satu sel tujuan, satu dasar penilaian, dan satu kriteria untuk mengukur manfaat pelaksanaan, bagi kebaikan individual.
3. Dalam penjas terdapat potensi besar untuk belajar menanamkan pantulan pikiran dan kecerdikan memilih.
4.Bahwa dalam mengajar penilaian pada bidang moral-etik, harus direcanakan dan yang mempunyai kepastian jelas bagi keterampilan tersebut.
5. Penjas banyak memberikan ilmu pengetahuan sosial yang hasilnya dapat diukur dalam hubungan dengan tingkah laku kelompok.
6. Bahwa kegiatan dan metode untuk mencapai tujuan-tujuan harus memancarkan kesadaran lebih mementingkan lahiriah, lebih disenangi dari pada bakat individual yang mementingkan diri sendiri.
7.Penjas, jauh dari unsur mengasingkan dan memisahkan diri.
8. Bahwa penjas sebagai profesi berdiri kuat di atas kaki sendiri berdasarkan ilmu pengetahuan, kebudayaan bangsa dan tidak berkewajiban terhadap profesi lain, tetapi siap bekerja sama dengan profesi lain untuk kebaikan manusia.
9. Bahwa dalam penjas yang terutama diinginkan adalah kualitas kepemimpinan yang tinggi seperti halnya pada profesi yang lain.
.
.D. Nilai-nilai dalam penjas
keunggulan lain dari penjas menurut Dr. David K. Brace (dalam Cholik dan Lutan, 1997) adalah seperti nilai-nilai yang tertera di bawah ini :
1. Pengetahuan tentang ketangkasan dan kete
Langganan:
Komentar (Atom)