Minggu, 11 Maret 2012

ASAS PENDIDIKAN JASMANI
Penjas diperlukan disemua jenjang pendidikan terutama pada jenjang sekolah dasar (SD) karena pada masa usia sekolah dasar, pertumbuhan dan perkembangan anak disebut sebagai usia emas dan pada masa itu keadaan fisik maupun seluruh kemampuannya sedang tumbuh dan berkembang.

Beley dan Field (dalam Suranto, dkk., 1994) mendefinisikan pendidikan jasmani sebagai proses yang menguntungkan dalam penyesuaian dari belajar gerak, neuro-muscular, intelektual, sosial, kebudayaan, baik emosional dan etika sebagai akibat yang timbul sesuai pilihannya melalui aktivitas fisik yang menggunakan sebagaian besar otot tubuh.

Willian, Brownell dan Vernier mengindikasikan bahwa dalam penjas kegiatan-kegiatan jasmani tertentu yang terpilih akan dapat membentuk sikap yang berguna bagi pelaku (dalam Aip Syarifuddin dan Muladi, 1993).
J.B. Nash mendefinisikan penjas sebagai sebuah aspek dari proses pendidikan keseluruhan dengan menggunakan/menekankan pada aktivitas fisik yang mengembangkan fitness, fungsi organ tubuh, kontrol neuro-muscular, kekuatan intelektual, dan pengendalian emosi. (dalam Suranto, dkk., 1994)
Pendidikan jasmani yang merupakan bagian pendidikan keseluruhan pada hakekatnya adalah proses pendidikan yang melibatkan interaksi antara anak didik dengan lingkungan yang dikelola melalui aktivitas jasmani secara sistematik untuk meningkatkan keterampilan motorik dan nilai-nilai fungsional yang mencakup aspek kognitif, afektif, dan sosial.(Cholik dan Lutan, 1997).
Definisi Cholik dan Lutan (1997) adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kebugaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonir dalam rangka membentuk manusia indonesia seutuhnya yang berkualitas berdasarkan pancasila.
Lutan (2004), penjas pada usia SD ibarat tanah liat dan mereka siap dibentuk, karena proses tumbuh kembang kemampuan gerak anak.
.
B. Nilai-nilai sosial pendidikan jasmani
penjas bertujuan untuk aspek fisik, mental, emosi, dan sosial pada setiap individu ke arah yang positif. Domain kognitif (pengetahuan), psikomotor (keterampilan fisik) dan afektif (sikap) yang di peroleh melalui pelajaran penjas.
.
Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan prinsip-prinsip kebiasaan hidup sehat. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan kepribadian ke arah yang diinginkan, melalui situasi emosi yang terjadi dan tekanan penggemar. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan sikap kooperatif/kerjasama. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan apresiasi dan pemeliharaan kehidupan keluarga. Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan sikap untuk melaksanakan demokrasi di rumah.
Penjas dapat memberikan sumbangan terhadap perkembangan watak untuk patuh terhadap pelaksanaan UU.
.
C. Filsafat pendidikan jasmani
Filsafat adalah merupakan pegangan hidup untuk mencari fakta-fakta yang nyata dan nilai-nilai kehidupan dengan alam dunia, dan mengevaluasi serta menginterpretasi fakta dan nilai tersebut dengan pemikiran yang jujur(Sukintaka, 1992).
.
.Filsafat penjas memiliki komponen-komponen utama :
1. Metafisika, mengkaji kenyataan dari sesuatu yang berkaitan dengan manusia dan alam dunia.
.

.
.d. Usia fisiologis anak merupakan pertimbangan penting dalam menentukan jenis program pendidikan jasmani yang paling sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan individu.
e. Kegiatan yang melibatkan otot-otot besar adalah penting untuk pertumbuhan dan perkembangan untuk anak yang normal.
f. Bagian tubuh yang bermacam-macam tumbuh pada kecepatan yang berbeda.
g. Pertumbuhan dan perkembangan intelektual, emosional, dan sosial siswa ditingkatkan melalui kegiatan-kegiatan gerak.
h. Program pembelajaran keterampilan memperhitungkan tingkat kematangan anak.
i. Penyakit, malnutrisi, dan kurangnya latihan merupakan sebab utama terjadinya penyimpangan pertumbuhan pada anak.
j. Keterampilan yang dipergunakan dalam kehidupan dewasa lebih sering dikuasai pada masa kanak-kanak.
k. Penguasaan keterampilan membantu anak, yang kikuk mendapatkan kepuasan dan keriangan melalui keikutsertaan dalam kegiatan olahraga.
i. Anak laki dan anak perempuan hanya berpartisipasi dalam program penjas yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka dan kondisi fisiologisnya.
.
B. Kebutuhan anak
1. Kebutuhan dasar anak-anak
2. Kebutuhan gerak
3. Kebutuhan untuk berhasil dan di hargai
4. Kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan, dan kemampuan sosial
5. Kebutuhan untuk bekerjasama dan bersaing
6. Kebutuhan akan kesegaran jasmani dan tampil menarik
7. Kebutuhan untuk berpetualang
8. Kebutuhan akan rasa kreatif
9. Kebutuhan akan irama
10. Kebutuhan rasa ingin tahu

0 komentar:

Posting Komentar