Jumat, 23 Maret 2012

Faktor Ekstra-Individual

Berkembangnya potensi seseorang dibatasi oleh lingkungan, diantaranya sebagai berikut:
1.Lingkungan memungkinkan munculnya kebiasaan atau kemampuan yang terpendam (laten) dan ia dapat menekan munculnya kemampuan lainnya yang diakibatkan oleh tidak adanya kesempatan untuk berfungsinya kemampuan tersebut.
2.Lingkungan menyediakan kemungkinan-kemungkinan untuk melatih atau mengulang-ulang suatu keterampilan. baik keterampilan fisik maupun keterampilan mental.
3.Lingkungan membantu menjuruskan, spesialisasi, mengarahkan secara khusus, misalnya keterampilan motorik.
4.Lingkungan juga memberikan hadiah atau goal yang sesuai yang menyebabkan peningkatan dorongan belajar mengenai satu segi, dan mengurangnya kesempatan belajar pada segi yang lain.

Lingkungan yang dapat memengaruhi perkembangan bakat, dapat berupa:
1.Lingkungan sosial, proses pengembangannya melalui proses sosialisasi, misalnya bagaimana kebudayaan tertentu membentuk tingkah laku tertentu.
2.Lingkungan edukasi, pengembangannya melalui proses pendidikan formal, seperti bagaimana yang diajarkan di sekolah.
3.Besarnya atau banyaknya latihan pada keterampilan tertentu.
4.Hambatan-hambatan yang didapat atau ada dalam lingkungan.
5.Kemungkinan untuk mengekspresikan atau mengutarakan bakat, misalnya apakah di berikan les atau latihan yang cukup, apakah tersedia alat musik, dan sebagainya.

Lingkungan-lingkungan tersebut, berperan dalam pengembangan bakat secara khusus, bergantung pada bagaimana kemampuan tersebut. Misalnya bagi keterampilan bakat musik, sangat perlu pula adanya instrumen musik sebagai alat untuk mengekspresikan kemampuan bermain musik tadi. Tanpa ini, bakat juga tidak akan tampil.

Perbedaan Individual dalam Bakat

Adalah merupakan kenyataan bahwa tidak ada dua anak yang dilahirkan dengan bawaan fisik dan mental yang seluruhnya sama. Oleh karenanya tidak ada dua anak yang akan mengembangkan bakat yang identik. Sebaliknya, masing-masing anak akan merupakan seorang individu yang berbeda dengan individu lainnya.

Bakat baru muncul atau tampil bila memperoleh kesempatan untuk dikembangkan oleh lingkungannya melalui proser belajar. Dengan kata lain, meskipunada potensinya. tetapi bakat tidak akan berkembang dengan baik, bila lingkungan tidak mendukungnya. Minat, motivasi, nilai (value), dan kepribadian juga sangat berpengaruh terhadap berkembangnya bakat seseorang.

Perbedaan lingungan tempat mereka tinggal, juga perbedaan minat, motiuasi, value, dan kepribadian, akan mengakibatkan perkembangan bakat yang berbeda. Sehingga mudah di pahami bahwa tidak ada dua anak yang memiliki bakat dan kemampuan yang persis sama. Katakanlah sama-sama berbakat musik, dikarenakan perbedaan lingkungan, minat, motivasi, dan kepribadian. Kemampuan memainkan musiknya pun akan berbeda. Di antara mereka yang berbakat musik, mungkin ada yang sangat cekatan, dan mungkin hanya biasa-biasa saja.

Itulah sebabnya setiap anak yang berbakat, berbeda antara yang satu dengan lainnya. Khususnya dalam hal kualitas penampilan atau kemampuannya.

Upaya Membantu Mengembangkan Bakat dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan

Agar anak-anak berbakat dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya masing-masing, maka bagi mereka perlu disediakan suatu pendidikan khusus, sebab pada sekolah-sekolah atau pendidikan biasa, bakat mereka yang luar biasa tidak mungkin dikembangkan secara optimal. Hal ini sangat penting, sebab kalau anak-anak yang berbakat tidak diberi tempat yang wajar, baik di sekolah maupun di rumah, maka mereka akan tumbuh menjadi underachiever yaitu tidak berfungsi optimal sesuai dengan potensi mereka, anak bermasalah, atau putus sekolah (Barbe & Renzulli, Gallagher (dalam Semiawan, dkk, 1984:15).

Di samping program pendidikan khusus, mereka juga membutuhkan dukungan lingkungan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi perkembangan bakat. Dukungan lingkungan yang bersifat psikologis seperti minat, motivasi berprestasi, dukungan moral dari orang tua, sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan bakat seseorang di samping lingkungan pergaulan dan lingkungan fisik seperti dalam dukungan sarana dan prasarana.

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka sudah saatnya bagi anak-anak berbakat diberikan pendidikan khusus sesuai dengan potensi dan kebutuhannya, sehingga mereka berkemungkinan untuk berkembang menjadi manusia yang dapat memberikan sumbangan yang berarti baik bagi dirinya sendiri, bagi masyarakat maupun bagi negara.
Perkembangan Bakat Peserta Didik
Pengertian Bakat
Bakat (aptitude) biasanya diartikan sebagai kemampuan bawaan yang merupakan potensi (potential ability) yang masih perlu dikembangkan atau dilatih (Semiawan, dkk, 1984:1). Tes bakat (aptitude test) sebagaimana disebut di atas, adalah tes yang mengukur prestasi atau kapasitas yang dapat dicapai seseorang di masa depan, sedangkan tes prestasi (achievement test) yaitu tes yang mengukur kemampuan untuk berprestasi saat ini (Chaplin, 1989:35).
Wijaya (1988:66) menyatakan bahwa "bakat adalah suatu kondisi pada seseorang yang memungkinkannya dengan suatu latihan khusus mencapai suatu kecakapan, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Misalnya: berupa kemampuan berbahasa, kemampuan bermain musik, dsb.
Dalam hal ini seseorang yang berbakat musik, misalnya dengan latihan yang sama dengan orang lain yang tidak berbakat musik, akan lebih cepat menguasai keterampilan musik tersebut.
Bakat memerlukan latihan dan pendidikan agar suatu tindakan dapat dilakukan di masa yang akan datang.

Bakat (aptitude) adalah kemampuan alamiah untuk memperoleh pengetahuan atau keterampilan, yang relatif bersifat umum (misalnya bakat intelektual umum ) atau khusus (bakat akademis khusus). Bakat khusus disebut talent.
Jenis Bakat
Berbakat atau gifted diartikan sebagai memiliki bakat intelektual (baik umum atau khusus) dan talent sebagai bakat-bakat khusus.

Bakat-bakat tersebut, baik yang masih sebagai potensi maupun yang sudah terwujud, meliputi:
a. Kemampuan intelektual umum
B.Kemampuan akademik khusus
C.Kemampuan berpikir secara kreatif-produktif
D.Kemampuan dalam salah satu bidang seni
E.Kemampuan psikomotorik/kinestetik
F. Kemampuan psikososial atau bakat kepemimpinan

Hubungan antara Bakat dengan Prestasi

Perwujudan bakat dan kemampuan adalah prestasi (Munandar, 1992:18). Bakat dan kemampuan menentukan prestasi. Orang yang memiliki bakat matematika dapat diprakirakan/diharapkan untuk mencapai prestasi menonjol dalam bidang matematika, dan prestasi yang menonjol dalam bidang matematika dapat merupakan cerminan dari bakat yang dimiliki dalam bidang tersebut.

Namun karena bakat masih merupakan potensi, orang yang berbakat belum pasti mampu mencapai prestasi yang tinggi dalam bidangnya. Demikian halnya orang yang menunjukkan prestasi menonjol dalam bidang tertentu. selalu merupakan perwujudan dari bakat khusus yang dimiliki. Hanya bakat khusus yang mendapat kesempatan untuk berkembang sejak dini melalui latihan, didukung oleh fasilitas, dan disertai oleh minat yang tinggi akan terealisasikan dalam kemampuan dan menghasilkan prestasi yang unggul.

Bakat memang sangat menentukan prestasi seseorang, tetapi sejauh mana bakat itu akan terwujud dan menghasilkan suatu prestasi, masih banyak variabel yang turut menentukan.

Rabu, 21 Maret 2012

AT-TAHRIM
Madaniyyah
Surah ke-66 : 12 ayat

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? engkau ingin menyenangkan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
2.Sungguh, Allah telah mewajibkan kepadamu membebaskan diri dari sumpahmu, dan Allah adalah pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
3.Dan ingatlah ketika secara rahasia Nabi membicarakan suatu peristiwa kepada salah seorang istrinya (Hafsah). Lalu dia menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan peristiwa itu kepadanya (Nabi), lalu (Nabi) memberitahukan (kepada Hafsah) sebagian dan menyembunyikan sebagian yang lain. Maka ketika dia (Nabi) memberitahukan pembicaraan itu kepadanya (Hafsah), dia bertanya,"Siapa yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?"Nabi menjawab, "Yang memberitahukan kepadaku adalah Allah Yang Maha Mengetahui, Mahateliti."
4.Jika kamu berdua bertobat kepada Allah, maka sungguh, hati kamu berdua telah condong (untuk menerima kebenaran), dan jika kamu bera pling bantu membantu menyusahkan Nabi, maka sungguh, Allah menjadi perlindungnya dan (juga) Jibril dan orang-orang mukmin yang baik, dan selain itu malaikat-malaikat adalah penolongnya.
5. Jika dia (Nabi) menceraikan kamu, boleh jadi Tuhan akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih cik dari kamu, perempuan-perempuan yang patuh, yang beriman, yang taat, yang bertobat, yang beribadah, yang berpuasa, yang janda dan yang perawan.
6. Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.
7.Wahai orang-orang kafir! Janganlah kamu mengemukakan alasan pada hari ini. Sesungguhnya kamu hanya diberi balasan menurut apa yang telah kamu kerjakan.
8.Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurmi-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya, sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, "Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami, Sungguh, Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu."
9.Wahai Nabi! Perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah neraka Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.
10. Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang kafir,istri Nuh dan istri Lut. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba kami, lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, tetapi kedua suaminya itu tidak dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada kedua istri itu), "masuklah kamu berdua ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka)."
11.Dan Allah membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, istri Fir'aun, ketika dia berkata, "Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim."
12. Dan Maryam putri Imran yang memelihara kehormatannya, maka Kami tiupkan ke dalam rahimnya sebagian dari roh (ciptaan) kami, dan dia membenarkan kalimat-kalimat Tuhannya dan kitab-kitab-Nya, dan dia termasuk orang-orang yang taat.

AL-HUJARAT

AL-HUJURÀT
Madaniyyah
Surah ke-49 : 18 ayat

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
1.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
2.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kamu terhadap yang lain, nanti (pahala) segala amalmu bisa terhapus sedangkan kamu tidak menyadari.
3.Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.
4.Sesungguhnya orang-orang yang memanggil engkau (Muhammad) dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.
5. Dan sekiranya mereka bersabar sampai engkau keluar menemui mereka, tentu akan lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.
6.Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.
7.Dan ketahuilah bahwa di tengah-tengah kamu ada Rasulullah. Kalau dia menuruti (kemauan) kamu dalam banyak hal, pasti kamu akan mendapatkan kesusahan. Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan, dan menjadikan (iman) itu indah dalam hatimu, serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,
8. sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana.
9. Dan apabila ada dua golongan orang mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari keduanya berbuat zalim terhadap (golongan) yang lain, maka perangilah (golongan) yang berbuat zalim itu, sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah. Jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil, dan berlakulah adil. Sungguh, Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.
10. Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.
11.Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan)perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Jaganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
12. Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka mamakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang.
13.Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.
14. Orang-orang Arab Badui berkata, "Kami telah beriman. "Katakanlah (kepada mereka), "Kamu belum beriman, tetapi katakanlah'Kami telah tunduk (Islam), 'karena iman belum masuk ke dalam hatimu. Dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun (pahala) amalmu. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."
15.Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar.
16. Katakanlah (kepada mereka), "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
17. Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keislaman mereka. Katakanlah, "Jaganlah kamu merasa berjasa kepadaku dengan keislamanmu, sebenarnya Allah yang melimpahkan nikmat kepadamu dengan menunjukkan kamu kepada keimanan, jika kamu orang yang benar."
18. Sungguh, Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.